Membatik tulis
merupakan pekerjaan manual yang melibatkan gerakan pergelangan tangan secara
repetitif untuk menghasilkan pola. Namun, pemilihan canting umumnya lebih
didasarkan pada kemampuan mengalirkan malam dibandingkan karakteristik
ergonominya, seperti ukuran gagang dan berat, meskipun karakteristik tersebut
berpotensi memengaruhi gerakan pergelangan tangan dan performa membatik. Penelitian
ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh diameter gagang dan berat canting
terhadap range
of motion (ROM) pergelangan tangan, akurasi membatik, dan persepsi
kenyamanan pada proses nglowong. Eksperimen dengan desain within-subject
yang melibatkan 12 partisipan mengevaluasi enam variasi canting yang merupakan
kombinasi dari tiga diameter gagang (11, 15, dan 20 mm) dan dua tingkat berat
(10 dan 20 g). ROM pergelangan tangan diukur menggunakan Kinovea, akurasi
membatik dianalisis menggunakan Fiji ImageJ, dan persepsi kenyamanan dievaluasi
menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan two-way repeated measures ANOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat canting berpengaruh signifikan
terhadap ROM pergelangan tangan pada pola persegi dan garis, sedangkan diameter
gagang berpengaruh signifikan terhadap ROM pada pola lingkaran. Selain itu,
ditemukan interaksi yang signifikan antara diameter gagang dan berat canting
pada pola persegi. Namun, kedua faktor tersebut tidak berpengaruh signifikan
terhadap akurasi membatik. Temuan ini menunjukkan bahwa desain canting yang
ergonomis terutama memengaruhi gerakan pergelangan tangan tanpa memengaruhi
akurasi membatik, sehingga dapat mendukung pengembangan alat membatik
tradisional yang lebih ergonomis.