Penulis Utama : Bintang Fahreza
NIM / NIP : D0322026

Kemajuan zaman mendorong produk teknologi digital semakin berkembang pesat. Fenomena perceraian yang ramai di media sosial merupakan bentuk realita sosial baru oleh teknologi digital. Hal tersebut memengaruhi persepsi dari mahasiswa Gen Z terhadap adanya perjanjian pranikah dengan melihat banyaknya fenomena perceraian di media sosial dan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan menganalisis persepsi Gen Z Kota Surakarta dengan adanya perjanjian pranikah melihat banyaknya fenomena perceraian di media sosial dan mengetahui dampak sosial dari adanya perjanjian pranikah untuk persiapan kehidupan berkeluarga dimasa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan melalui pendekatan fenomenologi serta memakai paradigma definisi sosial. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive dengan mengambil 12 informan Mahasiswa Gen Z dan 1 informan Notaris. Adapun teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber dan dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dari model Miles & Huberman. Hasil penelitian ini adalah fenomena perceraian dimasyarakat sekitar dan media sosial saat ini memberikan pandangan yang cukup bervariasi bagi mahasiswa Gen Z. Melalui hal tersebut perceraian dalam penelitian ini dipersepsikan sebagai suatu kegagalan dalam mengelola rumah tangga dan juga sebagai suatu hal yang wajar terjadi di masyarakat. Dalam menanggapi hal tersebut nantinya masyarakat terutama Generasi Z dapat mempersiapkan kehidupan berkeluarga salah satunya adalah dengan adanya perjanjian pranikah. Sebagian besar informan dalam penelitian ini memandang perjanjian pranikah sebagai aturan positif dalam masyarakat. Perjanjian pranikah merupakan suatu langkah preventif untuk melindungi hak-hak dalam suatu pernikahan. Tetapi tidak sepenuhnya adanya perjanjian pranikah dapat menjadi suatu langkah kesadaran persiapan berkeluarga. Sebab setiap individu juga mempunyai prinsip hidup mengenai pernikahan dan perlu memerhatikan kondisi, urgensi, dan manfaat kedepannya untuk keluarga. Melalui persepsi dan sikap yang disampaikan oleh mahasiswa Gen Z sebagai generasi muda yang kritis dan kreatif tersebut dianalisis menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Teori Interaksionisme Simbolik dari Mead dalam penelitian ini lebih menekankan subjektifitas mahasiswa Gen Z terhadap perjanjian pranikah atas banyaknya fenomena perceraian dan interaksi sosial lain yang mereka alami. 

×
Penulis Utama : Bintang Fahreza
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0322026
Tahun : 2026
Judul : Persepsi Gen-Z Kota Surakarta Dalam Merespon Fenomena Perceraian Melalui Perjanjian Pranikah
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2026
Program Studi : S-1 Sosiologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Generasi Z, Media Sosial, Perceraian, Perjanjian Pranikah, Interaksionisme Simbolik.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Dra. Sri Hilmi Pujihartati, M.Si.
Penguji : 1. Dr. Trisni Utami M.Si.
2. Yustia Atsanatrilova Adi, S.Sos., M.A.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.