Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suplementasi L-karnitin serta minyak
ikan dalam ransum terhadap konsumsi lemak kasar, konsumsi serat kasar, kecernaan lemak kasar dan kecernaan serat
kasar ayam kampung. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam
kampung betina fase laying dengan umur rata-rata 19-20 minggu dengan bobot rata-rata 1,75 ± 0,31
kg.
Desain penelitian berupa rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan menggunakan 4 perlakuan masing-masing perlakuan
diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan berisi 5 ekor. Perlakuan yang
diberikan yaitu P0 = ransum kontrol (bekatul, jagung kuning, konsentrat ayam
petelur), P1 = ransum kontrol + l-karnitin 30 ppm, P2 = ransum kontrol +
L-karnitin 30 ppm + minyak ikan tuna dengan level 4 %, P3 = ransum kontrol +
L-karnitin 30 ppm + minyak ikan lemuru dengan level 4 %. Pengambilan data
dilakukan dengan pengambilan sisa konsumsi pakan setiap hari selama 3 hari
serta ekskreta ditampung setiap hari selama 3 hari dan dijemur hingga kering,
diambil 25% dari hasil koleksi ekskreta yang kering untuk diuji proksimat. Hasil
analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi karnitin serta minyak ikan
dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi lemak kasar,
konsumsi serat kasar, kecernaan lemak kasar dan kecernaan serat kasar. Hasil
dari uji lanjut kontras orthogonal menunjukkan bahwa pemberian minyak ikan tuna
dan minyak ikan lemuru berbeda tidak nyata (P>0,05). Simpulan dari
penelitian ini yaitu suplementasi
minyak ikan dengan taraf 4% yang mengandung l-karnitin 30 ppm dalam ransum mampu memperbaiki konsumsi lemak kasar,
konsumsi serat kasar, meningkatkan kecernaan lemak kasar dan kecernaan serat
kasar ayam kampung.
Kata
kunci : l-karnitin, minyak ikan lemuru, minyak ikan tuna, konsumsi, kecernaan, ayam
kampung.