Tujuan dari
penelitian ini adalah menganalisis peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Surakarta dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Koridor Gatot
Subroto-Ngarsopuro. Analisis peran dinas dianalisis menggunakan teori Blakely
melalui empat indikator, yaitu wirausaha, koordinator, fasilitator, dan stimulator. Pengembangan kawasan
dianalisis menggunakan teori Cooper melalui empat komponen, yaitu attraction, accessibility, amenities, dan
ancillary service. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan
teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Validitas data diuji
menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data
menggunakan model interaktif Miles dan Huberman
yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta telah berperan
dalam pengembangan Koridor Gatot Subroto-Ngarsopuro sebagai kawasan pariwisata
budaya, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Peran sebagai
wirausaha ditunjukkan melalui inisiasi awal penataan visual kawasan dan
penghidupan ruang publik melalui mural serta aktivitas seni budaya. Peran sebagai koordinator ditunjukkan melalui
kerja sama lintas instansi dalam mendukung aksesibilitas, fasilitas kawasan,
keamanan, dan ketertiban. Peran sebagai fasilitator ditunjukkan melalui
pemberian izin pemanfaatan ruang publik, dukungan promosi melalui media digital
resmi, serta dukungan terhadap penataan suasana kawasan. Peran sebagai
stimulator ditunjukkan melalui bantuan pendanaan mural, subsidi pertunjukan
seni, dukungan biaya listrik, serta pembukaan akses pelatihan dan pengembangan
kreativitas bagi masyarakat dan pelaku ekonomi
kreatif. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena terkendala keterbatasan fasilitas pendukung, masalah koordinasi, serta keterbatasan anggaran.