Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah
penanda kohesi leksikal bahasa Jawa; (2) Bagaimanakah penanda kohesi gramatikal
bahasa Jawa, dan (3) Bagaimanakah pola hubungan penanda kohesi leksikal dan
gramatikal bahasa Jawa dalam khotbah Minggu Paskah 2025 di GKJ Gandekan
Sala Timur Pepanthan Losari?Tujuan penelitian ini mencakup tiga hal, yakni
mendeskripsikan: (1) penanda kohesi leksikal bahasa Jawa dalam khotbah Minggu
Paskah 2025 di GKJ Gandekan Sala Timur Pepanthan Losari; (2) penanda kohesi
gramatikal bahasa Jawa dalam khotbah Minggu Paskah 2025 di GKJ Gandekan
Sala Timur Pepanthan Losari; dan (3) pola hubungan penanda kohesi leksikal dan
gramatikal bahasa Jawa dalam khotbah Minggu Paskah 2025 di GKJ Gandekan
Sala Timur Pepanthan Losari.
Data dalam penelitian ini adalah wacana khotbah Minggu Paskah 2025 di GKJ
Gandekan Sala Timur Pepanthan Losari yang di dalamnya terdapat penanda aspek
gramatikal dan aspek leksikal bahasa Jawa beserta konteksnya. Sumber data pada
penelitian ini adalah khotbah Minggu Paskah yang mengusung tema “Ngengeti,
Pitados, lan Dados Seksinipun Gusti”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar
sadap, dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap, kemudian teknik rekam
dan catat. Analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur
langsung dan teknik lanjutan lesap dan ganti. Analisis data pada penelitian ini
menggunakan analisis metode Spradley, yakni analisis domain, taksonomi, dan
komponensial.
Simpulan penelitian ini adalah: (1) ditemukan semua jenis kohesi leksikal,
dengan repetisi sebagai bentuk yang paling sering digunakan dalam khotbah
Minggu Paskah 2025 di GKJ Gandekan Sala Timur karena berfungsi menegaskan
dan memperkuat pesan khotbah sehingga jemaat semakin yakin terhadap ajaran
yang disampaikan; (2) ditemukan semua jenis kohesi gramatikal dengan referensi
sebagai bentuk yang paling sering digunakan dalam khotbah tersebut karena
berfungsi menjaga kesinambungan rujukan dan memperjelas pesan khotbah; dan
(3) pola hubungan kedua aspek kohesi dalam khotbah tersebut menunjukkan
distribusi penggunaan perangkat kohesi yang konsisten, dengan urutan penggunaan
terbanyak pada tahap isi, diikuti tahap pembuka, dan paling sedikit pada tahap
penutup, sehingga mendukung penyampaian pesan khotbah yang lebih runtut, padu,
dan meyakinkan bagi jemaat.