Kekeringan merupakan persoalan
yang signifikan karena berdampak langsung pada ketersediaan air, produktivitas
pertanian, dan keberlanjutan ekosistem lokal. Kekeringan di Sub DAS Bancak
terjadi setiap tahun pada musim kemarau. Penelitian ini mengidentifikasi
kekeringan dalam dua metode, yaitu metode Normalized Difference Drought
Index (NDDI) sebagai indikator kekeringan potensial dan metode Thornthwaite-Mather
sebagai indikator kekeringan aktual. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi sebaran kekeringan potensial dan kekeringan aktual di Sub DAS
Bancak, serta mengidentifikasi keakuratan metode Normalized Difference
Drought Index (NDDI) sebagai indeks kekeringan potensial dalam
merepresentasikan kekeringan aktual berdasarkan metode Thornthwaite-Mather.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2025 hingga Januari 2026
menggunakan pendekatan survei deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel
dilakukan pada titik pengambilan sampel berdasarkan pada 17 Satuan Peta Lahan
(SPL) hasil overlay peta curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng dan
penggunaan lahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi
kelas kekeringan pada metode Thornthwaite-Mather dan NDDI di Sub DAS Bancak
tahun 2025. Sub DAS Bancak memiliki kelas kekeringan potensial kering berat dan
kering sangat berat sedangkan kekeringan aktual memiliki kelas kering sedang
dan kering ringan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa jenis tanah dan
penggunaan lahan memiliki pengaruh signifikan terhadap indeks kekeringan
aktual. Pada keragaman penggunaan lahan, sawah tadah hujan memiliki tingkat
kekeringan lebih tinggi dibanding tegalan dan kebun. Keragaman jenis tanah
menunjukkan Entisol memiliki tingkat kekeringan paling tinggi dibanding jenis
tanah lainnya. Akurasi antara metode NDDI dengan metode Thornthwaite-Mather
pada skala tahunan menunjukkan NDDI belum sepenuhnya mampu menggambarkan
kekeringan aktual menurut metode Thornthwaite-Mather. Sementara itu, akurasi
pada kelompok musim menunjukkan NDDI memiliki kemampuan dalam merepresentasikan
kekeringan aktual, terutama pada kelompok musim kering. Faktor penentu
kekeringan aktual adalah berat volume, porositas, Soil Water Retention
(SWR), serta C-organik. Rekomendasi untuk meminimalisir kekeringan pada
penelitian ini adalah perlunya pengelolaan lahan berdasarkan karakteristik tanah
dengan penambahan bahan organik untuk tanah liat, serta penambahan biochar
untuk tanah berpasir guna memperbaiki struktur tanah dan kemampuan retensi air.