Aulia Dwi Ananda Putri. K7122056. Pembimbing: Prof. Dr. Sri Marmoah, S.Pd.,
M.Pd. MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DALAM
MENDUKUNG PRESTASI NONAKADEMIK PESERTA DIDIK SD NU
INSAN CENDEKIA NGADILUWIH. Tugas Akhir, Surakarta: Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2026.
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen
sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung prestasi nonakademik peserta
didik, kendala yang dihadapi, serta upaya SD NU Insan Cendekia Ngadiluwih
dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian meliputi kepala
sekolah, waka sarana dan prasarana, waka kesiswaan, komite sekolah, pembina
ekstrakurikuler, peserta didik, aktivitas ekstrakurikuler, dan dokumen sekolah. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi dokumen, dan
dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling
dengan teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber
dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles
dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan
prasarana pendidikan dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan atau pengarahan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui
pemetaan program sekolah, analisis kebutuhan ekstrakurikuler, penyesuaian
anggaran, dan pencatatan kebutuhan dalam dokumen perencanaan sekolah.
Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas antara kepala sekolah, waka
sarana dan prasarana, waka kesiswaan, pembina, pelatih, komite, dan peserta didik.
Pelaksanaan tampak pada pemanfaatan fasilitas sekolah untuk kegiatan keagamaan,
seni, kepanduan, public speaking, olahraga, dan bela diri. Pengawasan dilakukan
melalui pemantauan penggunaan fasilitas, inventarisasi, pengecekan kondisi
barang, perawatan, pelaporan kerusakan, serta pembiasaan peserta didik untuk
menjaga fasilitas setelah digunakan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan
anggaran, keterbatasan ruang dan alat tertentu, penggunaan fasilitas secara
bersama, benturan jadwal, cuaca, penyesuaian jadwal pelatih luar, dan kebutuhan
lomba yang muncul secara mendadak. Upaya sekolah dilakukan melalui koordinasi
dengan pelatih, pembina, orang tua, dan komite, pengaturan ulang jadwal,
pemanfaatan ruang alternatif, perawatan fasilitas, serta pembiasaan tanggung jawab
peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana
yang sistematis, kolaboratif, dan adaptif dapat mendukung pengembangan minat,
bakat, karakter, serta prestasi nonakademik peserta didik secara berkelanjutan.