Canting Pekalongan
merupakan tipe canting yang dominan digunakan oleh pembatik di sentra batik
tulis Rumah Edukasi Batik Giri Wastra Pura, Desa Girilayu. Canting ini memiliki
karakteristik pada bagian nyamplung terdapat sisi yang melengkung
mendekati bentuk bulat dan bentuk cucuk yang lebih panjang sehingga
memungkinkan aliran malam yang lebih deras. Namun, canting tipe ini memerlukan
kontrol gerakan tangan yang lebih stabil untuk meminimalkan risiko malam
meleber yang dapat menurunkan kualitas batik tulis. Penelitian ini meredesain
canting Pekalongan berdasarkan data antropometri tangan dari 11 subjek pembatik.
Variasi diameter ditentukan dari pengukuran panjang ibu jari, jari telunjuk,
dan jari tengah, dihasilkan tiga kategori diameter berdasarkan persentil 5 yaitu 11 mm, persentil 50 yaitu 15 mm, dan
persentil 95 yaitu 20 mm. Variasi berat ditentukan dari Grip Contact Area
Index (GCAI) yang dihitung dari luas penampang ibu jari, jari telunjuk, dan
telapak tangan area metakarpal, dihasilkan dua kategori berat berdasarkan
persentil 5 yaitu 10 gram dan persentil 95 yaitu 20 gram. Evaluasi keenam
variasi redesain canting menggunakan pendekatan multiview 2D analysis dengan
dua kamera pada bidang transversal dan sagital serta analisis dengan perangkat
lunak Kinovea. Analisis mencakup evaluasi keseimbangan dari besaran gaya dan
momen, kestabilan dari variabilitas gerakan, serta beban fisik dari trajectory
length dan comfort rating.
Hasil evaluasi
menunjukkan bahwa berat merupakan faktor yang lebih menentukan keseimbangan
sedangkan diameter merupakan faktor yang lebih menentukan kestabilan. Pada parameter
keseimbangan, canting 3 dan canting 5 memperoleh kategori baik sekali sedangkan
pada parameter kestabilan dan beban fisik yang nilainya baik sekali hanya
canting 3. Oleh karena itu, canting 3 ditetapkan sebagai rekomendasi redesain
canting Pekalongan yang paling sesuai dengan antropometri dan biomekanika
pembatik tulis. Variasi canting ini mampu memberikan keseimbangan dan
kestabilan gerakan tangan yan lebih baik serta menurunkan beban fisik selama
proses mencanting dengan teknik pegangan mencapit pada tahap nglowong. Penelitian
selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan dimensi segmen lengan atas dan
lengan bawah sebagai dasar tambahan variasi desain serta mengevaluasi pada
tahap ngiseni dan nemboki sehingga dapat dihasilkan rekomendasi redesain
canting yang sesuai untuk seluruh tahapan membatik tulis.