Penelitian
ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mengidentifikasi tingkat partisipasi
yang tercermin dalam bentuk dan proses partisipasi Forum Anak Surakarta sebagai
perwujudan Kota Layak Anak serta (2) menganalisis faktor-faktor pendukung dan
penghambat praktik partisipasi Forum Anak Surakarta sebagai perwujudan Kota
Layak Anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Sumber data penelitian meliputi informan FAS yang terdiri dari
ketua, sekretaris, anggota, dan fasilitator FAS, Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota
Surakarta, hasil observasi ruang sekretariat dan pelaksanaan program kerja
milik FAS, serta studi dokumen pendukung yang relevan dengan parktik
partisipasi seperti notulensi kegiatan. Teknik pengambilan sempel dilakukan
dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara semi terstruktur, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
praktik partisipasi yang dilakukan oleh FAS sudah berada pada tingkatan yang
bermakna, tepatnya pada tingkatan ke-6 atau disebut dengan adult initiated,
shared decisions with children berdasarkan dari teori Roger Hart. Selanjutnya,
faktor pendukung hadir dari pihak eksternal maupun internal. Adanya regulasi
yang menjadikan FAS secara legal untuk turut berpartisipasi dalam proses
pembangunan kota, kolaborasi asktif dari berbagai lembaga atau dinas atas
kegiatan yang dilakukan oleh FAS, serta ketersediaan fasilitas seperti ruang
sekretariat. Kemudian, kedekatan antara anggota, fasilitator dan pihak DP3AP2KB
menjadi faktor pendukung kerberjalanan FAS yang hadir secara internal. Adapun
faktor yang menjadi hambatan juga hadir dari pihak internal maupun ekstrenal.
Tumpang tindih tugas FAS dalam forum diskusi, stigma negatif dari masyarakat
akan kemampuan FAS, program kerja usulan dari FAS yang cenderung
dikesampingkan, dan minimnya kerja sama aktif dari masyrakat menjadi faktor
penghambat praktik partisipasi FAS yang timbul dari pihak eksterbal. Sementara
hambatan yang muncul dari internal berupa kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM),
pola kumunikasi yang masih buruk, keterbatasan waktu, serta emosi yang belum
stabil.