Fenomena orang tua tunggal baik secara nasional maupun global didominasi oleh perempuan. Kondisi tersebut menjadikan ibu single parent sebagai kelompok yang rentan terhadap masalah kesejahteraan psikologis karena harus menjalankan peran ganda sebagai pengasuh utama sekaligus penopang ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan menguji peran mediasi parenting self-efficacy dalam hubungan antara perceived social support dan kesejahteraan psikologis ibu single parent. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain mediasi. Partisipan penelitian berjumlah 155 ibu single parent yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Kesejahteraan Psikologis adaptasi Humaidah & Mulyono (α = 0,71), Skala Perceived Social Support adaptasi Sulistiani dkk. (α = 0,89), dan Skala Parenting Self-Efficacy adaptasi Fitriani dkk. (α = 0,96). Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Model 4 pada IBM SPSS dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan perceived social support berpengaruh positif signifikan terhadap parenting self-efficacy (β = 0,869; p < 0,001), parenting self-efficacy berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan psikologis (β = 0,069; p < 0,001), pengaruh langsung perceived social support terhadap kesejahteraan psikologis setelah memperhitungkan parenting self-efficacy menunjukkan arah negatif signifikan (β = -0,117; p = 0,001). Selain itu, pengaruh tidak langsung perceived social support terhadap kesejahteraan psikologis melalui parenting self-efficacy juga signifikan (Effect = 0,060; 95% CI [0,027; 0,104]). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa parenting self-efficacy berperan sebagai mediator dalam hubungan antara perceived social support dan kesejahteraan psikologis ibu single parent. Temuan ini mengindikasikan dukungan sosial yang diterima berkontribusi terhadap parenting self-efficacy yang kemudian meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu single parent.