Akhir-akhir ini banyak informasi yang menunjukkan bahwa guru kurang mendapat kesejahteraan di tengah tingginya beban kerja yang dimiliki. Kondisi ini dapat berpengaruh pada tingkat work engagement guru, sedangkan work engagement penting bagi dalam keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi dari self-efficacy dalam hubungan perceived organizational support dan work engagement pada guru SMA swasta di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden guru SMA swasta di Surakarta dengan 280 responden guru yang pilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9), Perceived Organizational Support Scale (POS), dan General Self-Efficacy Scale (GSES). Analisis yang digunakan menggunakan PROCESS Macro model mediasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peran mediasi self-efficacy dalam hubungan perceived organizational support dan work engagement dengan besar efek .0516. Mediasi dalam penelitian ini dikategorikan sebagai mediasi parsial karena terdapat hubungan langsung antara perceived organizational support dan work engagement sebesar .1087. Penelitian ini juga menemukan hubungan antara perceived organizational support dan self-efficacy sebesar .1841. Hubungan self-efficacy dengan work engagement sebesar .2804. Temuan ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memediasi hubungan antara perceived organizational support dan work engagement. Implikasi dari penelitian ini, sekolah dapat meningkatkan persepsi dukungan organisasi bagi guru, sehingga tingkat self-efficacy guru meningkat dan work engagement dapat terjaga atau meningkat.