Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting yang perlu dipenuhi dalam kehidupan individu, termasuk penyandang disabilitas fisik. Harga diri dan religiositas merupakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan harga diri dan religiositas dengan kesejahteraan psikologis pada penyandang disabilitas fisik Komunitas "Z" Sukoharjo. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional kepada 62 penyandang disabilitas fisik Komunitas “Z” Sukoharjo dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga instrumen yang terdiri dari Ryff’s Psychological Well-Being Scale Short Form (α=0,849), skala Self-Liking/Self-Competence (α=0,906), dan Skala Religiositas (α=0,954). Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil analisis linier berganda menghasilkan bahwa terdapat hubungan yang positif secara simultan antara harga diri dan religiositas dengan kesejahteraan psikologis (p < 0,05) (R=0,672) dan berkontribusi sebesar 43%. Hasil penelitian secara masing-masing menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga diri dengan kesejahteraan psikologis (β= 0,606; p < 0,05) serta terdapat hubungan positif antara religiositas dengan kesejahteraan psikologis (β= 0,154; p < 0,05). Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan bahwa harga diri dan religiositas secara simultan maupun masing-masing berperan penting dalam kesejahteraan psikologis penyandang disabilitas fisik. Implikasi dalam temuan ini memfokuskan pentingnya mengembangkan harga diri dan religiositas di kalangan penyandang disabilitas fisik dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.