Rheina Audya Pradesthi. K4422060. Prof. Dr. Sariyatun., M.Pd., M.Hum. PERAN
SANGGAR TARI SOERYA SOEMIRAT DALAM MENDUKUNG EKSISTENSI BUDAYA MANGKUNEGARAN. Skripsi.
Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Surakarta Juni 2026.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang berdirinya
Sanggar Tari Soerya Soemirat, (2) menganalisis perannya dalam mendukung
eksistensi budaya Mangkunegaran, (3) menganalisis hambatan yang dihadapi dalam
upaya pelestarian budaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling meliputi pengurus, pelatih,
dan peserta didik sanggar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Untuk menguji keabsahan data
digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data
dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Sanggar Tari Soerya Soemirat berawal dari Group Tari Soerya
Soemirat yang didirikan pada tahun 1982 oleh GPH Herwasto Kusumo. Dalam
perkembangannya, sanggar memiliki peran penting dalam mendukung eksistensi
budaya Mangkunegaran melalui tiga aspek utama, yaitu pelestarian melalui
pembelajaran tari, pementasan dan pertunjukan, serta regenerasi penari.
Pembelajaran tari dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dengan
menanamkan nilai-nilai budaya, etika, dan filosofi tari Jawa. Selain itu,
sanggar aktif terlibat dalam berbagai pementasan budaya di lingkungan
Mangkunegaran maupun di tingkat nasional dan internasional. Regenerasi penari
dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan yang memungkinkan peserta didik
berkembang hingga menjadi penari profesional dan terlibat dalam langenpraja.
Penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan yang dihadapi sanggar, antara
lain menurunnya minat generasi muda terhadap tari tradisional, keterbatasan
pemanfaatan media sosial, keterbatasan finansial, keterbatasan tempat latihan,
keterbatasan waktu peserta didik, serta keterbatasan waktu pengurus dan
pelatih. Meskipun demikian, Sanggar Tari Soerya Soemirat tetap mampu
mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pelestarian budaya
Mangkunegaran di Kota Surakarta.