Perkembangan kawasan industri di Pulau Batam telah mendorong peningkatan lahan terbangun sebagai bagian dari perkembangan wilayah. Namun, pengaruh keberadaan kawasan industri terhadap perkembangan lahan terbangun tidak terjadi secara merata pada setiap wilayah maupun periode perkembangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan kawasan industri, menganalisis perubahan lahan terbangun pada periode 1991–2004 dan 2004–2024, serta menganalisis pengaruh keberadaan kawasan industri terhadap perkembangan lahan terbangun di Pulau Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode deskriptif kuantitatif. Perubahan lahan terbangun dianalisis melalui klasifikasi tutupan lahan (Supervised Classification), sedangkan pengaruh keberadaan kawasan industri dianalisis menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR). Variabel dependen berupa luas perubahan lahan terbangun, sedangkan variabel independen berupa kedekatan terhadap kawasan industri. Hasil GWR diinterpretasikan dengan mempertimbangkan karakteristik kawasan industri, seperti jenis industri, luas kawasan, dan jumlah tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kawasan industri di Pulau Batam diikuti peningkatan lahan terbangun dengan pola berbeda pada kedua periode analisis. Pada periode 1991–2004, pengaruh keberadaan kawasan industri cenderung kuat di sekitar kawasan industri yang berkembang pada awal pembangunan Batam. Sementara itu, pada periode 2004–2024, pengaruh bergeser menuju kawasan industri yang lebih baru berkembang, sedangkan kawasan industri yang berkembang lebih awal menunjukkan pengaruh relatif lebih rendah karena perkembangan lahan terbangun telah berlangsung pada periode sebelumnya. Hasil GWR menunjukkan variasi tingkat pengaruh keberadaan kawasan industri yang kemudian ditipologikan berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap perkembangan lahan terbangun. Wilayah dengan pengaruh rendah menunjukkan perkembangan lahan terbangun kemungkinan dipengaruhi kombinasi faktor lain di luar variabel penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengaruh keberadaan kawasan industri terhadap perkembangan lahan terbangun bersifat dinamis dan berbeda pada setiap wilayah maupun periode perkembangan.