Perkembangan industri besar dan sedang di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Mojosongo-Teras, Kabupaten Boyolali, menunjukkan peningkatan aktivitas industri yang berpotensi mendorong perubahan penggunaan lahan. Perkembangan tersebut dapat meningkatkan kebutuhan ruang untuk kegiatan industri maupun aktivitas pendukungnya sehingga memicu perubahan penggunaan lahan terutama pada fungsi dan intensitas pemanfaatan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perkembangan industri besar-sedang dengan perubahan penggunaan lahan yang terjadi di KPI Mojosongo-Teras selama periode 2018-2025. Perkembangan industri dan perubahan penggunaan lahan diperoleh melalui studi dokumen dan observasi, dianalisis dengan teknik deskriptif dan Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri besar dan sedang memiliki sebaran internal yang tidak merata. Jumlah industri meningkat sebesar 42,86%, dengan industri besar tumbuh 26,67% dan industri sedang 83,33%, sedangkan jumlah tenaga kerja meningkat sebesar 105,88%. Perkembangan tersebut diikuti pertambahan luas lahan industri sebesar 20,36 ha atau 17,48%, perubahan fungsi penggunaan lahan menjadi non-pertanian, serta peningkatan intensitas pemanfaatan lahan yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata KDB dari 12,59% menjadi 13,33% atau sebesar 0,75 poin persentase. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara perkembangan industri dengan perubahan penggunaan lahan, dengan koefisien korelasi sebesar 0,396 dan nilai signifikansi 0,030. Hubungan korelasi yang lemah menunjukkan potensi keberadaan faktor lain yang terkait dengan perubahan penggunaan lahan dan tidak termasuk pada lingkup studi ini.