Latar Belakang: Unsafe action masih menjadi salah satu penyebab
utama terjadinya kecelakaan kerja di sektor manufaktur. Sejalan dengan kondisi
tersebut, berdasarkan dokumen Safety Performance PT GKD Karawang Tahun
2025, temuan unsafe action pada pekerja masih tergolong tinggi sehingga
berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja di masa mendatang. Pendekatan
Behavior Based Safety (BBS) yang dipadukan dengan Safety Golden Rules
dipandang sebagai upaya preventif untuk membentuk perilaku kerja yang lebih
aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan BBS berbasis
Safety Golden Rules terhadap penurunan unsafe action pada pekerja
produksi shift 2 di PT GKD Karawang.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan rancangan quasi experiment melalui non-equivalent
control group design dan teknik sampling jenuh. Sebanyak 60 pekerja
produksi shift 2 PT GKD Karawang dilibatkan sebagai responden dan dibagi
ke dalam kelompok eksperimen serta kelompok kontrol.
Hasil: Hasil Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan setelah diberikan intervensi (p-value < 0>p-value = 0.089). Hasil Mann-Whitney Test menunjukkan terdapat perbedaan penurunan unsafe action yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p-value < 0>Uji Quade Nonparametric ANCOVA menunjukkan bahwa penerapan BBS berbasis Safety Golden Rules berpengaruh signifikan terhadap unsafe action dengan nilai p-value < 0>unsafe action sebesar 77,2%.
Simpulan: Penerapan Behavior Based Safety
berbasis Safety Golden Rules berpengaruh signifikan dalam menurunkan
persentase unsafe action pada pekerja produksi shift 2 di PT GKD
Karawang. Program ini dapat menjadi alternatif strategi pengendalian risiko
berbasis perilaku guna memperkuat budaya keselamatan kerja dan mendukung upaya
pencegahan kecelakaan kerja.