Community
Acquired Pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas
dan mortalitas pada anak sehingga memerlukan terapi antibiotik yang sesuai
untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah terjadinya resistensi
antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dapat dilakukan menggunakan metode Gyssens
untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik secara kualitatif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik serta hubungan kesesuaian
penggunaan antibiotik terhadap hasil klinis dan lama rawat inap pasien anak
dengan CAP di RSUP Surakarta periode 2024. Penelitian ini
menggunanakan metode kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional dan
pengambilan data secara retrospektif menggunakan data rekam medis. Evaluasi ini
dilakukan berdasarkan metode Gyssens dengan mengacu pada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2021 dan World Health Organization (WHO)
2022. Hasil klinis pasien dinilai berdasarkan
perbaikan kondisi klinis, sedangkan lama rawat inap dikategorikan menjadi Length
of Stay (LOS) pendek (<5 hari) dan LOS panjang (≥5 hari). Analisis
hubungan antara kesesuaian penggunaan antibiotik dengan hasil klinis dan lama
rawat inap dilakukan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher
Exact Test.
Hasil penelitian
menujukkan dari 85 peresepan antibiotik sebanyak 73 antibiotik (85,88%)
termasuk kategori tidak sesuai, sedangkan 12 antibiotik (14,12%) merupakan
tergolong sesuai. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan
signifikan antara kesesuaian penggunaan antibiotik dengan perbaikan suhu tubuh
(p=0,113) maupun lama rawat inap (p=0,453), tetapi terdapat hubungan signifikan
dengan perbaikan saturasi oksigen (p=0,033). Penelitian ini menunjukkan bahwa
penggunaan antibiotik pada pasien CAP anak di RSUP Surakarta didominasi oleh
penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, sehingga dierlukan evaluasi untuk
meningkatkan penggunaan antibiotik untuk mendukung efektivitas terapi dan
mencegah resistensi antibiotik.