Latar Belakang: Rendahnya kesiapsiagaan darurat kebakaran pada pekerja industri manufaktur merupakan salah satu faktor utama yang memperparah dampak insiden kebakaran di tempat kerja. Berdasarkan konteks tersebut, intervensi yang bersifat edukatif dan partisipatif menjadi sangat penting untuk diterapkan secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program FIRE- READY yang mengintegrasikan ceramah, pelatihan praktik penggunaan APAR, dan simulasi darurat kebakaran terhadap kesiapsiagaan darurat kebakaran pada pekerja di PT Gemala Kempa Daya Plant Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan non-equivalent control group, melibatkan 60 pekerja yang dibagi merata menjadi kelompok eksperimen (n = 30) dan kelompok kontrol (n = 30). Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi program menggunakankuesioner kesiapsiagaan darurat kebakaran yang telah tervalidasi. Kelompok eksperimen menerima perlakuan berupa program FIRE-READY yang mencakupceramah terkait kebakaran, demonstrasi dan praktik langsung penggunaan APAR, serta simulasi darurat kebakaran, sementara kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi apa pun. Data dianalisis menggunakan uji nonparametrik, yaitu uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan darurat kebakaran yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai median kesiapsiagaan dari 64 pada pre-test menjadi 76 pada post-test, serta penurunan proporsi pekerja berkategori kesiapsiagaan kurang dari 50% menjadi 17%. Sementara itu, kelompokkontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan selama periode penelitian. Simpulan: Penerapan Program FIRE-READY terbukti secara signifikanmeningkatkan kesiapsiagaan darurat kebakaran pada pekerja di PT Gemala Kempa Daya Plant Karawang. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan partisipatif ke dalam sistem manajemen keselamatan kerja guna membangun kesiapsiagaan pekerja yang berkelanjutan dan meminimalkan dampak insiden kebakaran di tempat kerja.