Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh model pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) berbantuan ChemCollective
terhadap
keterampilan berpikir kritis dan literasi kimia siswa pada materi konsep mol di
SMA Negeri 7 Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi
experiment dengan desain post-test only
control group design. Teknik pengambilan sampel
menggunakan cluster random sampling
dengan memilih dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas
kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan model PBL berbantuan
ChemCollective, sedangkan kelas kontrol menggunakan model discovery
learning. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes uraian
berupa post-test
yang terdiri atas 10 soal, yaitu 5 soal keterampilan berpikir kritis dan 5 soal
literasi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan
berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen sebesar 79,90, lebih tinggi
dibandingkan kelas kontrol sebesar 70,90. Selain itu, rata-rata literasi kimia
pada kelas eksperimen sebesar 77,10, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol
sebesar 68,80. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig.
2-tailed) keterampilan berpikir kritis sebesar 0,004 dan literasi kimia
sebesar 0,006, yang keduanya lebih kecil dari 0,05 sehingga H₀ ditolak. Hasil
uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) juga menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0,004 (Wilks' Lambda), yang lebih kecil dari 0,05.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang
signifikan penerapan model Problem Based Learning berbantuan ChemCollective
terhadap keterampilan berpikir kritis dan literasi kimia siswa