Penulis Utama : Dewi Rahmita Sari
NIM / NIP : S592202006

Hubungan hs-CRP dengan Status Gizi pada Pasien Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Asianotik Latar belakang. Penyakit jantung bawaan (PJB) asianotik merupakan kelainan jantung kongenital yang sering disertai gangguan pertumbuhan dan malnutrisi. Inflamasi kronis diduga berperan dalam terjadinya gangguan status gizi, sehingga high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) berpotensi menjadi biomarker inflamasi yang berkaitan dengan status gizi pada anak dengan PJB asianotik.Tujuan. Menganalisis hubungan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) dengan status gizi pada anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) asianotik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Metode. Penelitian dengan desain potong lintang dilakukan pada 38 anak dengan PJB asianotik. Status gizi dinilai berdasarkan antropometri WHO, sedangkan kadar hs-CRP diperiksa menggunakan metode high-sensitivity CRP. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square/Fisher Exact Test dan regresi logistik bivariat, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik metode backward LR. Analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) digunakan untuk menentukan nilai cut-off ukuran defek PJB dan hs-CRP terhadap status gizi.Hasil. Sebanyak 38 pasien dianalisis, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia kurang dari lima tahun, dan diagnosis terbanyak adalah atrial septal defect (ASD). Sebanyak 55,2% subjek mengalami gizi kurang atau gizi buruk, sedangkan median kadar hs-CRP sebesar 0,05 mg/L. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hs-CRP dengan status gizi (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa ukuran defek PJB merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan status gizi. Analisis ROC menunjukkan ukuran defek memiliki kemampuan diskriminasi yang cukup baik terhadap status gizi (AUC 0,703; 95% CI 0,538–0,868; p=0,033) dengan titik potong >0,750 cm, sedangkan hs-CRP tidak menunjukkan kemampuan diskriminasi yang bermakna.Kesimpulan. Kadar hs-CRP tidak berhubungan dengan status gizi pada anak dengan PJB asianotik. Sebaliknya, ukuran defek PJB merupakan prediktor yang lebih baik terhadap gangguan status gizi dibandingkan hs-CRP, sehingga evaluasi faktor hemodinamik perlu menjadi perhatian utama dalam identifikasi dini anak PJB yang berisiko mengalami malnutrisi Kata kunci: hs-CRP, penyakit jantung bawaan asianotik, status gizi, anak, ukuran defek Association Between High-Sensitivity C-Reactive Protein and Nutritional Status in Children with Acyanotic Congenital Heart Disease Background. Acyanotic congenital heart disease (CHD) is frequently associated with growth impairment and malnutrition. Chronic inflammation is considered to contribute to poor nutritional status, and high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) has been proposed as a potential inflammatory biomarker in children with acyanotic CHD.Objective. To determine the association between high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) levels and nutritional status in children with acyanotic congenital heart disease (CHD) at Dr. Moewardi Hospital, Surakarta.Methods. This cross-sectional study included 38 children with acyanotic CHD. Nutritional status was assessed using WHO anthropometric standards, while hs-CRP levels were measured using a high-sensitivity assay. Bivariate analyses were performed using Chi-square/Fisher's exact test and bivariate logistic regression. Multivariate analysis was conducted using backward logistic regression. Receiver Operating Characteristic (ROC) analysis was used to determine the optimal cut-off values for cardiac defect size and hs-CRP.Result. A total of 38 children with acyanotic CHD were enrolled in this study. Most participants were female, younger than five years of age, and had atrial septal defect (ASD) as the most common diagnosis. Overall, 55.2% of the subjects were undernourished or severely undernourished, with a median hs-CRP level of 0.05 mg/L. There was no significant association between hs-CRP levels and nutritional status (p>0.05). Multivariate analysis identified cardiac defect size as an independent factor associated with nutritional status. Receiver operating characteristic (ROC) analysis demonstrated that defect size had acceptable discriminatory performance for predicting impaired nutritional status (AUC=0.703; 95% CI=0.538–0.868; p=0.033), with an optimal cutoff value of >0.750 cm, whereas hs-CRP showed no significant discriminatory performance. Conclusion. High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) levels were not associated with nutritional status in children with acyanotic congenital heart disease. In contrast, cardiac defect size was a better predictor of impaired nutritional status than hs-CRP, suggesting that hemodynamic burden plays a more important role than low-grade systemic inflammation in the development of malnutrition among children with acyanotic congenital heart disease.

×
Penulis Utama : Dewi Rahmita Sari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S592202006
Tahun : 2026
Judul : HUBUNGAN HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (HS-CRP) DENGAN STATUS GIZI PADA PASIEN ANAK PENYAKIT JANTUNG BAWAAN (PJB) ASIANOTIK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
Edisi :
Imprint : SURAKARTA - Fak. Kedokteran - 2026
Program Studi : PPDS Ilmu Kesehatan Anak
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP), acyanotic congenital heart disease, nutritional status, children, cardiac defect size.
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. dr. Sri Lilijanti, Sp.A, Subsp.Kardio(K)
2. dr. Evi Rokhayati, Sp.A, Subsp.GH(K), M.Kes
Penguji : 1. dr. Rekno Widati, Sp.A, Subsp.GH(K)
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.