Remaja menjadi kelompok yang rentan mengalami
pelecehan seksual sehingga penting bagi remaja untuk memiliki asertivitas
sebagai bentuk pertahanan diri. Asertivitas dilandasi oleh banyak faktor,
terutama harga diri dan persepsi pelecehan seksual. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara harga diri dan persepsi
pelecehan seksual dengan asertivitas pada pelecehan seksual remaja di
Surakarta. Terdapat tiga variabel dalam penelitian, yaitu variabel asertivitas
sebagai variabel kriterium, serta variabel harga diri dan persepsi pelecehan
seksual sebagai variabel prediktor. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan desain korelasional. Responden dalam penelitian ini
merupakan 143 siswa/i SMA & SMK dari lima kecamatan di Surakarta yang
diambil melalui teknik multistage sampling. Pengumpulan data dilakukan
menggunakan kuesioner yang berisikan skala asertivitas, Rosenberg Self
Esteem Scale, dan skala Guttman LYA yang kemudian dianalisis menggunakan
regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan
positif antara harga diri dan persepsi pelecehan seksual dengan asertivitas
pada pelecehan seksual (F = 6,282) dengan kontribusi sebesar 8,2%; (2) harga
diri berhubungan positif dengan asertivitas pada pelecehan seksual (r = 0,181)
dengan kontribusi sebesar 3,16%; (3) persepsi pelecehan seksual berhubungan
positif dengan asertivitas pada pelecehan seksual (r = 0,227) dengan kontribusi
sebesar 5,06%. Temuan ini menegaskan bahwa remaja dengan harga diri dan
persepsi pelecehan yang tinggi akan memiliki tingkat asertivitas dalam
menghadapi pelecehan seksual yang tinggi pula.