Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital menuntut
perusahaan untuk memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, guna memperluas
pasar dan menarik konsumen. Penggunaan strategi promosi melalui media sosial
merupakan langkah penting dalam meningkatkan penjualan dan membangun brand
awareness perusahaan. PT Tourezia Cakra Inspira, sebuah perusahaan jasa event
organizer, telah menjadikan Instagram sebagai media dalam aktivitas promosi digital
mereka. Namun, hasil analitik Social Blade menunjukkan bahwa akun Instagram
@tourezia.event memiliki engagement rate yang sangat rendah, yaitu sebesar 0,31%.
Angka ini mengindikasikan bahwa konten promosi yang disajikan saat ini belum
berhasil menciptakan keterlibatan interaktif dari target audiens.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif untuk mengetahui dan
menganalisis strategi pemasaran media sosial melalui konten Instagram yang
diterapkan oleh PT Tourezia Cakra Inspira. Pendekatan yang digunakan adalah dengan
elemen teori 4C (Context, Communication, Collaboration, dan Connection) dari Chris
Heuer yang seorang ahli pada bidang sosial media dan dalam pemasaran konten. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memanfaatkan Instagram sebagai sarana
edukasi pasar, media untuk brand awareness, dan wadah portofolio digital. Strategi
promosi telah diterapkan dengan baik melalui pembuatan konten edukasi, visualisasi
portofolio, penyesuaian komunikasi untuk audiens Business to Business (B2B), serta
arahan pelanggan untuk mempermudah pemesanan jasa. Akan tetapi, perusahaan perlu
mengoptimalkan fitur dalam Instagram untuk menciptakan interkasi dengan audiens.
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi bagi industri event
organizer dalam mengoptimalkan strategi promosi digital untuk menarik calon klient.