Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penerapan kecerdasan emosional frontliner
dalam mendukung pelayanan prima di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk KCP
Solo Urip Sumoharjo. Fokus penelitian meliputi bentuk penerapan kecerdasan
emosional, kendala yang dihadapi frontliner selama memberikan pelayanan,
serta kontribusinya terhadap pelayanan prima. Penelitian menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi,
wawancara dengan teller, customer service, dan Branch Operation &
Service Manager (BOSM), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frontliner
telah menerapkan lima dimensi kecerdasan emosional, yaitu kesadaran diri,
pengaturan diri, motivasi diri, empati, dan keterampilan sosial, dengan empati
sebagai dimensi yang paling dominan dalam mendukung pelayanan kepada nasabah.
Kendala yang dihadapi berasal dari faktor internal dan eksternal, seperti
mempertahankan motivasi, menghadapi nasabah dengan emosi tinggi, keterbatasan
pengalaman, beban kerja, antrean nasabah, serta perlunya pembinaan yang
berkelanjutan. Penerapan kecerdasan emosional memberikan kontribusi terhadap
pelayanan prima melalui peningkatan kemampuan berkomunikasi, sikap ramah dan
sabar, penampilan profesional, perhatian terhadap kebutuhan nasabah, ketepatan
tindakan, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan nasabah. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional frontliner menjadi
faktor penting dalam mendukung terciptanya pelayanan prima di PT Bank Syariah
Indonesia (Persero) Tbk KCP Solo Urip Sumoharjo.