Perkembangan media
sosial, terutama Instagram, telah mengubah cara murid berinteraksi dan
membangun identitas diri. Karakteristik Instagram yang menampilkan berbagai
konten visual dan pengalaman terbaik pengguna mendorong murid untuk melakukan social
comparison, sehingga berpotensi meningkatkan fear of missing out (FoMO).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison
dengan fear of missing out (FoMO) pada murid pengguna aktif Instagram. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan
penelitian berjumlah 278 murid berusia 15–18 tahun yang merupakan pengguna
aktif Instagram. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Iowa-Netherlands Comparison
Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur social comparison yang
mengacu pada teori Festinger dan skala Fear of Missing Out (FoMO) yang
mengacu pada teori Przybylski. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi
Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
hubungan positif yang signifikan antara social comparison dengan fear
of missing out (FoMO) pada murid pengguna aktif Instagram dengan koefisien
korelasi sebesar 0,444 dengan taraf signifikan 0,001(p<0,05). Temuan ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan murid melakukan social
comparison, maka semakin tinggi pula tingkat fear of missing out
(FoMO) yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah kecenderungan melakukan social
comparison, semakin rendah pula tingkat FoMO. Penelitian ini memberikan
implikasi bahwa social comparison merupakan salah satu faktor yang
berperan dalam munculnya FoMO pada murid pengguna Instagram. Oleh karena itu,
diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran murid dalam menggunakan media
sosial secara sehat serta mengembangkan kemampuan evaluasi diri yang lebih
positif agar dapat meminimalkan dampak psikologis negatif dari penggunaan
Instagram.