Permasalahan sampah organik rumah tangga yang menumpuk di Kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta, sebagai wilayah operasional TPA Putri Cempo, menimbulkan urgensi tinggi bagi pengelolaan sampah mandiri yang hemat ruang dan efisien. Guna mengatasi masalah tersebut, Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Sebelas Maret (UNS) menginisiasi program community development melalui inovasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi community development Paguyuban KSE UNS dalam proses adopsi inovasi budidaya maggot di Mojosongo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap pengurus community development KSE UNS serta perwakilan pengurus maggot farm Mojosongo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teori utama penelitian adalah strategi komunikasi Cutlip & Center. Konsep difusi inovasi Rogers digunakan untuk memahami proses penerimaan inovasi oleh masyarakat pada setiap tahapan strategi komunikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan berhasil mendifusikan inovasi melalui lima tahapan adopsi, yaitu knowledge, persuasion, decision, implementation, dan confirmation. Sosialisasi tatap muka, penggunaan bahasa yang sederhana, demonstrasi langsung. Program ini sukses mereduksi sampah organik warga sekaligus memberikan keuntungan finansial yang menambah kas warga. Namun, pada tahap implementasi dan konfirmasi ditemukan tantangan berupa fluktuasi produksi akibat ketidakkonsistenan partisipasi sebagian warga dan frekuensi monitoring.Kesimpulannya, strategi komunikasi yang bertahap berdasarkan pemetaan karakteristik masyarakat berhasil mendorong adopsi inovasi budidaya maggot di Mojosongo. Program ini memberikan solusi ekologis dan ekonomis bagi masyarakat. Tetapi, keberlanjutannya dalam jangka panjang sangat bergantung pada konsistensi pendampingan, komunikasi berkala, dan monitoring intensif guna mempertahankan partisipasi aktif warga.