Peningkatan
kebutuhan pangan nasional mendorong pelaksanaan Program Pekarangan Pangan
Bergizi (P2B) untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan
pekarangan. Kabupaten Sukoharjo berkomitmen tinggi terhadap ketahanan pangan
melalui penghargaan ISNA 2025 dalam kategori Inovasi Ketahanan Pangan Terbaik.
Kecamatan Bendosari salah satu wilayah di Sukoharjo yang meraih IKP terbaik
tahun 2021 dan memiliki potensi pekarangan yang besar, namun pemanfaatannya belum
optimal sehingga diperlukan penyuluhan pertanian untuk mendorong perubahan
perilaku masyarakat. KWT Anggrek Desa Mulur sebagai pelaksana program P2B yang
menunjukkan keberhasilan panen menarik untuk dikaji terkait strategi komunikasi
penyuluhan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik
sosial budaya masyarakat Desa Mulur, strategi komunikasi penyuluhan pertanian
dalam program P2B, faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi
penyuluhan program P2B, serta perubahan perilaku anggota setelah
dilaksanakannya penyuluhan program P2B di KWT Anggrek Desa Mulur Kecamatan
Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumenstasi yang kemudian
dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Validitas data menggunakan
triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
karakteristik sosial budaya masyarakat Desa Mulur mendukung pelaksanaan
penyuluhan program P2B. Strategi komunikasi yang diterapkan meliputi mengenal
khalayak, menyusun pesan, menentukan metode, memilih media, dan menghasilkan
efek komunikasi. Keberhasilan strategi komunikasi didukung oleh kredibilitas
penyuluh, kejelasan pesan, kesesuaian metode dan media, antusiasme sasaran,
serta dukungan kelembagaan. Meskipun masih terdapat hambatan sosio-psikologis,
semantik, dan ekologis, penyuluhan program P2B di KWT Anggrek berhasil
mendorong perubahan perilaku pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan
anggota KWT, terutama dalam budidaya hidroponik, pembuatan pupuk organik cair,
dan pestisida nabati secara mandiri.