PENGARUH APLIKASI BIOFERTILIZER MIKORIZA DAN PUPUK KANDANG
AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) VARIETAS DERAP-1. Skripsi: Salsa Ariesta Tribhuana
(H0722148). Pembimbing: Samanhudi, Muji Rahayu, dan Andriyana Setyawati.
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS)
Surakarta.Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas tanaman pangan
penting ketiga setelah padi dan jagung. Permintaan kedelai terus meningkat
setiap tahunnya, sedangkan produktivitas kedelai di Indonesia rendah. Penurunan produksi kedelai disebabkan kualitas
tanah pertanian semakin menurun karena penggunaan bahan kimia berlebihan,
terutama pupuk anorganik dan pestisida yang menyebabkan ketidakseimbangan unsur
hara dan penurunan kandungan bahan organik tanah. Upaya peningkatan produksi kedelai di
Indonesia dapat dilakukan melalui pemberian biofertilizer mikoriza dan
pupuk kandang ayam menggunakan varietas unggul seperti Derap-1. Penelitian ini bertujuan
untuk memperoleh pengaruh dosis biofertilizer mikoriza dan dosis pupuk
kandang ayam terhadap pertumbuhan, aktivitas fisiologis, dan hasil kedelai
varietas Derap-1. Kombinasi aplikasi biofertilizer mikoriza dan pupuk kandang ayam
memberikan efek sinergis yang meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif
tanaman, sehingga kedelai varietas Derap-1 dapat tumbuh lebih sehat dan
produktif, terutama pada lahan dengan kesuburan rendah.Penelitian dengan metode percobaan dilaksanakan mulai bulan September-Desember
2025 di Laboratorium UNS Jumantono, Karanganyar dengan ketinggian 176 mdpl.
Rancangan yang digunakan dalam percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis biofertilizer
mikoriza yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 0 g/tanaman, 10 g/tanaman, 15
g/tanaman, dan 20 g/tanaman. Faktor kedua yaitu dosis pupuk kandang ayam yang
terdiri dari 3 taraf, yaitu 0 ton/ha, 15 ton/ha, dan 30 ton/ha. Parameter yang
diamati yaitu analisis lingkungan, analisis tanah, tinggi tanaman, jumlah daun,
bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, indeks luas daun (ILD), klorofil
total, laju transpirasi, jumlah polong per tanaman, bobot 10 biji, jumlah
polong bernas, jumlah polong hampa, dan persentase infeksi mikoriza.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa suhu dan kelembapan udara di lokasi
penelitian menghasilkan rata-rata suhu udara sebesar 31,2°C dan rata-rata
kelembapan udara sebesar 60%. Suhu dan kelembapan udara belum sesuai dengan
syarat tumbuh tanaman kedelai. Tanah latosol yang digunakan pada
penelitian memiliki pH sebesar 6,38 yang menunjukkan kategori netral dan P
tersedia pada tanah latosol termasuk dalam kategori rendah yakni sebesar 6.82%.
Pemberian pupuk
kandang ayam 15 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering
tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas, dan jumlah polong
hampa, sedangkan dosis 30 ton/ha meningkatkan bobot segar tanaman dan indeks
luas daun. Pemberian biofertilizer mikoriza 15 g/tanaman dapat
meningkatkan indeks luas daun. Terdapat interaksi kombinasi biofertilizer
mikoriza 15 g/tanaman dan pupuk kandang ayam 30 ton/ha pada bobot 100 biji.