RINGKASAN
Nugget
merupakan
produk olahan yang dibuat dari daging giling yang dicampur dengan bahan
pengikat dan bumbu, kemudian dicetak, dikukus, dilapisi tepung, dan dibekukan. Tujuan
praktik produksi ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan, formula terbaik,
karakteristik kimia, dan analisis ekonomi nugget ikan nila dengan
penambahan tepung mocaf. Produk dibuat dalam tiga formulasi berdasarkan variasi
jumlah tepung mocaf, yaitu 20 g pada F1, 30 g pada F2, dan 40 g pada F3, dengan
penggunaan daging ikan nila sebanyak 200 g dan tepung tapioka sebanyak 20 g
pada setiap formulasi. Proses produksi diawali persiapan alat dan bahan,
pencucian ikan nila, pemfiletan, pencucian daging fillet, penggilingan
menggunakan chopper, pencampuran bahan, pencetakan, pengukusan pada suhu
100°C selama 30 menit, pendinginan, pemotongan, pelumuran dengan tepung panir,
pengemasan menggunakan plastik vakum, dan penyimpanan pada suhu -18°C. Uji
hedonik dilakukan terhadap 45 panelis tidak terlatih menggunakan skala 1–5 pada
atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Data
dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan pairwise comparison, sedangkan
formulasi terbaik ditentukan menggunakan metode De Garmo. Hasil pengujian
menunjukkan adanya perbedaan nyata pada atribut aroma dan tekstur, tetapi tidak
terdapat perbedaan nyata pada warna, rasa, dan penerimaan keseluruhan.
Formulasi F2 memperoleh nilai produktivitas tertinggi dan ditetapkan sebagai
formulasi terbaik. Analisis kimia pada formulasi terbaik
menunjukkan kadar air sebesar 44,42 ± 0,58%, kadar abu 2,08 ± 0,32%, kadar
lemak 3,46 ± 0,99%, kadar protein 9,77 ± 0,07%, kadar karbohidrat 40,34 ±
0,81%, dan kadar serat pangan 2,31 ± 0,93%. Berdasarkan analisis ekonomi, usaha
ini layak dijalankan dengan kapasitas produksi sebanyak 2000 kemasan per bulan,
diperoleh HPP sebesar Rp10,274 dengan mengambil keuntungan 35% sehingga
diperoleh harga jual Rp 14.000 per kemasan. Usaha nugget ikan nila
dengan penambahan tepung mocaf mencapai titik impas ketika mampu menjual 687
kemasan dan akan mengalami pengembalian modal setelah berjalan 9,5 bulan. Nilai
B/C Ratio usaha diperoleh 1,4. Laba kotor yang diperoleh dari usaha tersebut
sebesar Rp7.451.808,51 Return On Investment sebelum dan sesudah pajak
sebesar 10,27%. Perhitungan nilai NPV menunjukkan hasil sebesar Rp92.483.558
serta nilai IRR adalah 120.9%. Dari hasil perhitungan B/C Ratio > 1 dan IRR
> MARR (8,75).