Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia menggunakan metode Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital (RGEC) selama periode 2022–2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penilaian tingkat kesehatan bank sebagai indikator kemampuan bank dalam mengelola risiko, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, menghasilkan laba, serta menjaga kecukupan modal guna mendukung stabilitas sistem perbankan nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas empat Bank BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari annual report masing-masing bank selama periode 2022-2025. Analisis dilakukan berdasarkan indikator Risk Profile yang diproksikan dengan Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR), Good Corporate Governance (GCG), Earnings yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), serta Capital yang diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kesehatan Bank BUMN berada pada kategori Sehat hingga Sangat Sehat. Aspek Risk Profile menunjukkan bahwa rasio NPL berada pada kategori Sehat hingga Sangat Sehat, sedangkan rasio LDR berada pada kategori Sehat hingga Cukup Sehat. Aspek Good Corporate Governance menunjukkan seluruh Bank BUMN memperoleh predikat Sehat hingga Sangat Sehat. Pada aspek Earnings, mayoritas bank memperoleh predikat Sangat Sehat berdasarkan rasio ROA dan BOPO, meskipun Bank Tabungan Negara masih berada pada kategori Cukup Sehat untuk rasio ROA. Aspek Capital menunjukkan seluruh Bank BUMN secara konsisten berada pada kategori Sangat Sehat berdasarkan rasio CAR. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank BUMN memiliki kondisi kesehatan yang baik sehingga mampu mendukung stabilitas dan keberlangsungan sistem perbankan nasional.