Penulis Utama : Lodero Kalsara
NIM / NIP : I0322068

Stasiun penukaran dan pengisian baterai sepeda motor listrik merupakan infrastruktur penting dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Namun, operasionalnya rentan terhadap berbagai gangguan yang dapat menurunkan kualitas layanan dan meningkatkan risiko kegagalan sistem. Penelitian terdahulu oleh Priyandari et al. (2025) telah mengembangkan model penilaian kerentanan berbasis data IoT, tetapi masih mengasumsikan bobot kepentingan yang sama untuk seluruh faktor dan hubungan kausalitas yang bersifat konseptual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor dan subfaktor kerentanan operasional, menentukan bobot kepentingan setiap faktor, serta menganalisis hubungan sebab-akibat menggunakan integrasi metode Best Worst Method (BWM) dan Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL).Sebanyak tujuh faktor utama dan tiga puluh subfaktor diidentifikasi melalui studi literatur, yaitu Gangguan pada Stasiun (GS), Keandalan Jaringan Listrik (JL), Kondisi Baterai (KB), Gangguan pada Aplikasi Layanan (GA), Setting Operasional (SO), Kondisi Lingkungan Sekitar Stasiun (KL), dan Demografi Stasiun (DS). Pembobotan dilakukan menggunakan BWM dengan melibatkan tiga Decision Maker yang merupakan pakar Teknik Industri, sedangkan analisis hubungan sebab-akibat menggunakan DEMATEL dengan tiga Large Language Model (ChatGPT, Claude, dan DeepSeek) sebagai panel ahli virtual melalui pendekatan LLM as a judge.Hasil BWM menunjukkan bahwa Kondisi Baterai (KB) memiliki bobot tertinggi sebesar 0,2510, diikuti Keandalan Jaringan Listrik (JL) sebesar 0,1670, dengan nilai Consistency Ratio agregat sebesar 0,1075 yang berada di bawah ambang batas 0,4445. Hasil DEMATEL mengidentifikasi Demografi Stasiun (DS1, R−C = 0,9332) dan Kondisi Lingkungan (KL2, R−C = 0,8885) sebagai faktor penyebab (cause) dominan, sedangkan indikator kinerja I1 (R−C = −1,2016) menjadi faktor yang paling banyak menerima pengaruh (effect). Integrasi BWM-DEMATEL menghasilkan model kerentanan operasional yang lebih representatif dibandingkan penelitian sebelumnya dan dapat menjadi acuan dalam menentukan prioritas penanganan gangguan operasional.

×
Penulis Utama : Lodero Kalsara
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0322068
Tahun : 2026
Judul : PENENTUAN BOBOT FAKTOR KERENTANAN OPERASIONAL STASIUN PENUKARAN DAN PENGISIAN BATERAI SEPEDA MOTOR LISTRIK MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE BWM DAN DEMATEL
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2026
Program Studi : S-1 Teknik Industri
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : kerentanan operasional, stasiun penukaran dan pengisian baterai, Best Worst Method, DEMATEL, Large Language Model, sepeda motor listrik
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Ir. Yusuf Priyandari S.T., M.T.
Penguji : 1. Dr. Eng. Ilham Priadythama, S.T., M.T.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.