Budidaya tanaman Bayam brazil (Alternanthera sissoo L.) dilaksanakan di Jl.
Cahaya 7, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah selama bulan
April hingga Juni 2026. Kegiatan budidaya dilakukan pada lahan pekarangan
menggunakan 200 polybag sebagai media tanam, sehingga sesuai diterapkan pada lahan
terbatas di wilayah perkotaan. Bayam brazil dipilih karena memiliki kandungan gizi yang
tinggi, mudah dibudidayakan, serta memiliki prospek ekonomi yang baik sebagai sayuran
sehat. Tahapan budidaya meliputi persiapan media tanam menggunakan campuran tanah,
pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, dilanjutkan dengan
perbanyakan bibit melalui stek batang, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, panen, dan
pascapanen. Pemeliharaan tanaman dilakukan melalui penyiraman rutin, penyulaman,
penyiangan gulma, pemupukan menggunakan pupuk NPK 16-16-16, serta pengendalian
hama dan penyakit agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal. Pascapanen dilakukan
melalui sortasi, pengemasan, dan pemasaran. Produk dipasarkan secara langsung kepada
konsumen di wilayah Surakarta serta melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
Strategi pemasaran menggunakan konsep bauran pemasaran (4P), meliputi produk
berkualitas, harga yang kompetitif, distribusi secara langsung, dan promosi melalui media
digital sehingga mampu meningkatkan minat konsumen terhadap bayam brazil.
Berdasarkan analisis usahatani, total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp1.374.750
dengan total produksi sebanyak 98kg. Harga jual ditetapkan sebesar Rp30.000/kg sehingga
diperoleh total penerimaan sebesar Rp2.940.000 dan keuntungan sebesar Rp1.565.250
dalam satu periode budidaya. Nilai R/C Ratio sebesar 2,13 menunjukkan bahwa setiap
pengeluaran Rp1,00 menghasilkan penerimaan Rp2,13, sedangkan nilai B/C Ratio sebesar
1,13 menunjukkan bahwa usaha memberikan keuntungan sebesar Rp1,13 untuk setiap
Rp1,00 biaya yang dikeluarkan. Analisis Break Even Point (BEP) juga menunjukkan
bahwa usaha telah berada di atas titik impas sehingga layak untuk dikembangkan. Dengan
demikian, budidaya bayam brazil secara konvensional dalam polybag merupakan usaha
yang layak, menguntungkan, serta berpotensi dikembangkan sebagai alternatif usahatani
pada lahan terbatas di kawasan perkotaan.