Keterampilan berpikir kritis dan collaborative problem solving
(CPS) siswa Indonesia masih tergolong rendah seperti yang ditunjukkan oleh
beberapa hasil penelitian. Selain itu, skor PISA 2022 menempatkan Indonesia di
peringkat ke- 71 dari 81 negara. Salah satu faktor yang
menyebabkan hal ini adalah bahan ajar dan lembar kerja siswa yang belum
dirancang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan LKPD STEM terintegrasi pendekatan Shinka terhadap keterampilan
berpikir kritis dan CPS siswa pada materi perubahan lingkungan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment yang
dilaksanakan pada siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2025/2026 dengan
melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Teknik pengambilan
sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan pretest-posttest untuk keterampilan berpikir
kritis, sedangkan untuk keterampilan CPS menggunakan posttest dengan
instrumen self-assesment dan peer assessment.Teknik
uji validitas yang digunakan yaitu validitas ahli dan validitas konstruk.
Analisis data dilakukan menggunakan uji ANCOVA untuk menguji pengaruh perlakuan
terhadap keterampilan berpikir kritis serta uji Welch T-test untuk menganalisis keterampilan CPS. Hasil penelitian ini adalah (1)
uji ANCOVA memperoleh nilai Sig. 0.009 < 0> 0.05 yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh
penggunaan LKPD STEM terintegrasi pendekatan Shinka terhadap keterampilan
CPS. Faktor yang diduga menyebabkan
tidak adanya pengaruh terhadap CPS adalah distribusi anggota kelompok yang
tidak merata, dari segi prestasi akademik maupun gender. Penelitian selanjutnya
dapat lebih mempertimbangkan kondisi kognitif dan sosial siswa dalam
pembelajaran agar penggunaan LKPD STEM terintegrasi pendekatan Shinka bekerja
lebih optimal.