Pertumbuhan industri konstruksi yang pesat berdampak pada peningkatan
konsumsi beton, yang secara langsung berkontribusi terhadap emisi gas rumah
kaca akibat penggunaan semen dalam jumlah besar. Sebagai solusi
berkelanjutan, High Volume Fly Ash Self-Compacting Concrete (HVFA-SCC)
hadir sebagai inovasi dengan menggantikan sebagian besar semen
menggunakan fly ash, yang merupakan limbah batu bara, sehingga
dapat menekan jejak karbon sekaligus mempertahankan kinerja struktural beton.
Penelitian eksperimental ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh
substitusi fly ash dengan kadar 50% dan 60% terhadap perilaku
susut (shrinkage) dan rangkak (creep) pada HVFA-SCC. Pengujian
dilakukan terhadap benda uji silinder berdiameter 75 mm dan tinggi 275 mm
selama 411 hari, dengan pengukuran regangan menggunakan alat Demountable
Mechanical Strain Gauge (DEMEC). Standar yang digunakan adalah ASTM
C157 untuk pengujian susut dan RILEM TC 107-CSP untuk pengujian rangkak tekan
dengan pembebanan konstan sebesar 30% dari beban ultimit, sedangkan prediksi
perilaku jangka panjang hingga 1000 hari dilakukan menggunakan metode ACI
209R-92. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar fly ash dari
50% menjadi 60% menghasilkan nilai susut ultimit yang lebih besar,
masing-masing sebesar 893 microstrain dan 1021 microstrain,
dengan prediksi pada umur 1000 hari mencapai 862 microstrain dan
986 microstrain. Sebaliknya, koefisien rangkak ultimit justru
mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar fly ash, yaitu dari
1,33 menjadi 1,17, dengan prediksi pada umur 1000 hari masing-masing sebesar
1,14 dan 1,01. Fenomena ini mengindikasikan bahwa penggunaan fly ash dalam
kadar yang lebih tinggi (60%) efektif dalam menekan deformasi jangka panjang
akibat rangkak dibandingkan kadar 50%, meskipun perlu diantisipasi terhadap
peningkatan susut yang terjadi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan
kontribusi penting dalam pengembangan pedoman teknis perancangan struktur beton
ramah lingkungan, khususnya dalam memperhitungkan pengaruh jangka panjang susut
dan rangkak pada HVFA-SCC untuk aplikasi konstruksi yang lebih berkelanjutan.