Peningkatan pembangunan infrastruktur mendorong penggunaan beton dalam jumlah besar, namun tingginya konsumsi semen menyebabkan peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂). Salah satu alternatif material ramah lingkungan adalah High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) yang memanfaatkan fly ash sebagai substitusi semen dalam kadar tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar fly ash, intensitas pembebanan, dan keberadaan tulangan tekan terhadap perilaku rangkak balok beton bertulang HVFA-SCC, serta membandingkan hasil eksperimental dengan pendekatan analitik. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Struktur dan Laboratorium Bahan Program Studi Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret menggunakan benda uji balok HVFA-SCC dengan kadar fly ash 50% dan 60%, serta variasi pembebanan sebesar 35%, 50%, 60%, dan 75% dari kapasitas ultimit. Parameter yang diamati meliputi perkembangan lendutan, pola retak, dan perilaku creep selama pembebanan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lendutan akibat creep meningkat seiring bertambahnya durasi dan intensitas pembebanan, dengan laju peningkatan terbesar terjadi pada tahap awal pembebanan sebelum cenderung stabil. Perkembangan retak menjadi lebih stabil pada pembebanan yang lebih tinggi. Keberadaan tulangan tekan terbukti mampu meningkatkan kekakuan balok sehingga mengurangi lendutan jangka panjang dibandingkan balok tanpa tulangan tekan. Selain itu, hasil analisis analitik menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan hasil pengujian eksperimental dalam memprediksi perkembangan lendutan jangka panjang, meskipun masih terdapat perbedaan akibat variasi sifat material, kondisi lingkungan, dan penyederhanaan asumsi pada model analitik.