Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh metode dual coding
berbantu mind mapping digital terhadap retensi dan hasil belajar kognitif siswa pada
materi sistem saraf. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan
desain pretest-posttest-retest pada kelompok kontrol non-equivalent. Sampel
penelitian terdiri dari dua kelas XI yang dipilih lewat teknik cluster random
sampling, yakni satu kelas eksperimen yang diberi perlakuan metode dual coding
berbantu mind mapping digital dan satu kelas kontrol yang diberi perlakuan metode
konvensional berbantu media power point. Kedua kelas menggunakan model
pembelajaran yang sama yaitu model Discovery Learning. Pengumpulan data
dilakukan dengan tes hasil belajar kognitif yang sudah dinyatakan valid dan
reliabel. Analisis data meliputi uji prasyarat dan pengujian hipotesis menggunakan
analisis kovarians (ANCOVA) untuk setiap variabel yang diteliti. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa metode dual coding berbantu mind mapping digital
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa, dengan rata-rata
posttest kelas eksperimen (79,17) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (72,66).
Hasil uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,020 (<0,05) dengan
partial eta squared sebesar 0,082 (kategori sedang). Metode ini juga berpengaruh
signifikan terhadap retensi siswa dengan rata-rata retest kelas eksperimen (76,15)
lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (59,91). Hasil uji ANCOVA menunjukkan
nilai signifikansi sebesar 0,004 (<0,05) dengan partial eta squared sebesar 0,122
(kategori sedang). Tingkat retensi kelas eksperimen mencapai 96,19% (kategori
sangat baik), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 82,46% (kategori
sangat baik). Temuan ini mengindikasikan bahwa metode dual coding berbantuan
mind mapping digital efektif meningkatkan hasil belajar kognitif sekaligus retensi
siswa pada materi sistem saraf.