Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki
nilai ekonomi tinggi. Produktivitas bawang merah di Indonesia masih tergolong
rendah, salah satunya disebabkan oleh penggunaan umbi sebagai bahan tanam yang
rentan terhadap penularan patogen dan membutuhkan benih dalam jumlah besar.
Salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah
adalah penggunaan True shallot seed (TSS) sebagai bahan tanam. Selain
penggunaan benih yang sehat, peningkatan produktivitas bawang merah juga
dipengaruhi oleh pemupukan yang tepat. Kombinasi pupuk organik kascing dan
pupuk anorganik NPK diharapkan mampu menciptakan keseimbangan unsur hara
yang lebih efektif sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang
merah TSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk
kascing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah TSS serta
menentukan kombinasi dosis yang paling optimal.
Penelitian dilaksanakan di Dusun Gunungsari, Desa Ngringo, Kecamatan
Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada bulan September 2025 sampai
Januari 2026. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktor tunggal berupa kombinasi pupuk kascing dan pupuk NPK.
Terdapat 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit
percobaan. Perlakuan yang digunakan meliputi P1 = pupuk kascing 100%,
P2 = kascing 87,5% + NPK 12,5%, P3 = kascing 75% + NPK 25%, P4 = kascing
62,5% + NPK 37,5%, P5 = kascing 50% + NPK 50%, P6 = kascing 37,5% + NPK
62,5%, P7 = kascing 25% + NPK 75%, P8 = kascing 12,5% + NPK 87,5%, dan
P9 = NPK 100%. Pengamatan dilakukan terhadap parameter pertumbuhan dan hasil
bawang merah meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar brangkasan,
bobot kering brangkasan, indeks luas daun, jumlah umbi per rumpun, diameter
umbi, bobot umbi segar per rumpun, dan bobot umbi kering per rumpun. Data
dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji
DMRT taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kascing dan NPK
berpengaruh terhadap diameter umbi, bobot umbi segar, dan bobot umbi kering per
rumpun, tetapi belum meningkatkan parameter pertumbuhan vegetatif dan hasil
lainnya. Perlakuan pupuk kascing 100% memberikan hasil terbaik dengan diameter
umbi sebesar 3,59 cm, bobot umbi segar per rumpun 21,19 g, dan bobot umbi kering
per rumpun 16,99 g Meskipun demikian, ketiga parameter hasil tersebut masih
belum mencapai potensi sesuai deskripsi varietas.