Bawang merah (Allium cepa var. Aggregatum) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Permintaan akan bawang merah terus meningkat, tetapi berbanding terbalik dengan produktivitasnya. True Shallot Seed (TSS) sebagai bahan tanam didukung dengan pemberian pupuk KNO3 dan cara aplikasi yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk KNO3 dan cara aplikasi pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah TSS. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar mulai September 2025 sampai Januari 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Petak Terbagi (RAK Split Plot) dengan dua faktor, yaitu cara aplikasi pupuk sebagai petak utama (ditugal dan dikocor) dan dosis pupuk KNO3 sebagai anak petak (217 kg.ha-1 (kontrol), 163 kg.ha-1 (diturunkan 25%), 271 kg.ha-1 (ditingkatkan 25%), dan 326 kg.ha-1 (ditingkatkan 50%)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi cara pemupukan ditugal dengan dosis KNO3 217 kg.ha-1 merupakan kombinasi yang terbaik untuk meningkatkan hasil bawang merah, yang ditunjukkan pada hasil bobot umbi segar per rumpun dan bobot umbi kering per rumpun. Dosis pupuk KNO3 271 kg.ha-1 mampu meningkatkan luas daun, Indeks Luas Daun (ILD), bobot umbi kering per petak dan bobot umbi kering per hektare sebesar 31,1%, 42,9%, 10,2%, dan 10% dibandingkan kontrol (217 kg.ha-1). Luas daun dan ILD juga terbukti berhubungan positif cukup kuat dan sangat signifikan dengan hasil umbi kering per petak dan umbi kering per hektare. Cara aplikasi pupuk KNO3 dengan ditugal maupun dikocor memberikan respon yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah asal biji.