Produktivitas bawang merah di Indonesia masih berada di bawah potensi hasilnya, sehingga diperlukan teknologi budidaya yang lebih baik dan bahan tanam unggul. True Shallot Seed (TSS) merupakan salah satu alternatif bahan tanam yang menjanjikan, tetapi budidayanya pada kondisi di luar kondisi optimal terkendala oleh faktor lingkungan yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh interaksi dan pengaruh tunggal asam giberelat (GA₃) dan pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah asal TSS pada kondisi di luar kondisi optimal. Penelitian dilaksanakan di Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia, pada September 2025 hingga Januari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi GA₃ (0, 100, 150, dan 200 ppm) dan dosis pupuk bokashi (0, 20, 40, dan 60 ton/ha). Sebanyak 16 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan menghasilkan 48 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%, sedangkan analisis korelasi pearson correlation dilakukan pada variabel dengan koefisien korelasi (r) ≥ 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi GA₃ dan pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun spesifik, bobot kering brangkasan, dan diameter umbi. Belum diperoleh kombinasi perlakuan yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada bawang merah asal TSS pada kondisi di luar kondisi optimal. Pemberian GA₃ maupun pupuk bokashi secara tunggal juga belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada kondisi tersebut.