Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan
tanaman hortikultura jenis sayur buah yang memiliki nilai gizi tinggi dan
peluang ekonomi yang tinggi karena permintaan pasar yang selalu meningkat, akan
tetapi belum dapat tercukupi akibat terjadinya penurunan luas lahan panen dan
produksi tomat. Peningkatan produksi tanaman tomat biasanya dilakukan dengan
menggunakan pupuk kimia dengan tujuan untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi
dalam waktu singkat. Penggunaan pupuk kimia yang terlalu berlebihan dapat
menimbulkan masalah bagi kondisi tanah. Tanah sedimen sungai sebagai media
tanam bertekstur pasir dan kaya mineral, tetapi memiliki kandungan bahan
organik, kemampuan menahan air, dan unsur hara yang rendah serta mudah
mengalami pencucian sehingga kurang optimal untuk pertumbuhan tanaman. Solusi
dari permasalahan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam pertanian dan
penggunaan media tanam sedimen sungai dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk
organik. Pupuk organik dapat
meningkatkan efisiensi tanaman dalam pengambilan unsur hara dan dapat
menetralkan racun dalam tanah. Pupuk organik juga memiliki kemampuan untuk
memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan stabilitas agregat tanah. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan
pengaruh pemberian pupuk kimia dengan berbagai jenis pupuk organik terhadap
pertumbuhan dan hasil tomat, membandingkan pengaruh pemberian pupuk kandang
sapi dan kambing dengan pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan
hasil tomat, dan membandingkan pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dengan
pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tomat.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025
hingga Januari 2026. Lokasi penelitian bertempat di Lahan Gapoktan Desa
Gawanan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Analisis
kandungan tanah dan pupuk yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan
Tanah serta pengamatan bobot kering brangkasan dilaksanakan di Laboratorium
Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas
Maret, Surakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)
faktor tunggal. Faktor tersebut terdiri dari 4 taraf yang masing-masing diulang
4 kali sebagai kelompok, kemudian kelompok tersebut diulang kembali dalam 4
blok. Faktor tersebut meliputi pupuk kimia NPK Mutiara 16-16-16 7,5
g/tanaman(P1), pupuk kandang sapi 750 g/tanaman(P2), pupuk kandang kambing 750
g/tanaman (P3), dan pupuk kandang ayam 750 g/tanaman (P4). Data pengamatan
dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA) taraf 5% dan 1%. Perlakuan
yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal dan uji Beda
Nyata Terkecil taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik sapi dan kambing lebih
unggul dibandingkan pupuk kimia pada tinggi tanaman (4,7%), jumlah cabang
tanaman (27,1%), jumlah buah per tanaman (8,7%), bobot buah per tanaman (7,6%),
jumlah buah kumulatif (8,7%), dan bobot buah kumulatif (7,6%). Sementara itu,
pupuk organik ayam tidak menunjukkan keunggulan dibandingkan pupuk kimia.
Pemberian pupuk ruminansia lebih unggul dibandingkan pupuk unggas pada tinggi
tanaman (7,5%), jumlah cabang tanaman (30,8%), saat berbunga (12,8%), jumlah buah
per tanaman (26,5%), bobot buah per tanaman (32,5%), jumlah buah kumulatif
(26,5%), dan bobot buah kumulatif (32,5%). Pemberian pupuk kandang sapi lebih
unggul dibandingkan pupuk kandang kambing pada tinggi tanaman (4,3%), jumlah
cabang tanaman (21,7%), saat berbunga (10,3%), bobot buah per tanaman (6,5%),
dan bobot buah kumulatif (6,5%). Sementara itu, pupuk kandang kambing lebih
unggul dibandingkan pupuk kandang sapi pada jumlah buah per tanaman (3,9%) dan
jumlah buah kumulatif (3,9%).