Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi. Produksi tomat di Indonesia cenderung mengalami penurunan sehingga berdampak pada ketersediaan tomat. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat menurunkan produksi tomat. Daya hantar listrik (DHL) menunjukkan ion yang terlarut dalam tanah, sehingga berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, termasuk P-tersedia bagi tanaman. Upaya pemberian pupuk majemuk NPK dan FMA diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan sifat kimia tanah tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 hingga Januari 2026 di Dukuh Gawanan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk majemuk NPK (0, 50, dan 100 kg/ha) dan faktor kedua adalah FMA (0, 3, dan 6 g/tanaman). Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf α 5% dan 1%, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi polinomial orthogonal. Kombinasi dosis optimum pupuk majemuk NPK 1,77 g/tanaman dan FMA 3 g/tanaman dapat meningkatkan bobot brangkasan segar. Kombinasi dosis optimum pupuk majemuk NPK 2,37 g/tanaman dan FMA 6 g/tanaman dapat meningkatkan bobot buah per tanaman. Kombinasi dosis optimum pupuk majemuk NPK 2,07 g/tanaman dan FMA 3 g/tanaman dapat meningkatkan serapan P. Kombinasi dosis optimum pupuk majemuk NPK 2,97 g/tanaman dan FMA 6 g/tanaman dapat meningkatkan DHL tanah. Dosis optimum pupuk majemuk NPK 2,22 g/tanaman dapat meningkatkan bobot brangkasan kering. Dosis optimum FMA 3,60 g/tanaman dapat meningkatkan jumlah cabang samping.