Latar
Belakang: Guru
sekolah dasar yang merangkap tugas sebagai bendahara Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) menghadapi peran ganda yang berisiko menimbulkan konflik peran
dan kelebihan beban kerja sehingga meningkatkan stres kerja. Survei pendahuluan
di Kecamatan Sragen menunjukkan 90% guru yang merangkap sebagai bendahara BOS
mengalami stres kerja tinggi, sementara belum tersedia program pengelolaan
stres yang sistematis. Teknik relaksasi STOP (Stop, Take a Breath, Observe,
Proceed) berbasis video dipilih karena sederhana, fleksibel, dan mudah
diakses tanpa mengganggu aktivitas mengajar. Penelitian ini bertujuan
mengetahui efektivitas teknik relaksasi STOP dalam menurunkan stres kerja
akibat peran ganda pada guru SD yang merangkap tugas sebagai bendahara BOS di
Kecamatan Sragen.Metode: Penelitian kuantitatif ini
menggunakan desain quasi-experimental one group pretest-posttest dengan
teknik pengambilan data dengan total sampling pada 37 responden.
Intervensi berupa video teknik STOP berdurasi dua menit diberikan tiga kali
seminggu selama tiga minggu melalui grup WhatsApp. Stres kerja diukur
menggunakan Job Content Questionnaire (JCQ) modifikasi sebanyak 25 item,
dianalisis dengan uji Paired Samples t-test.Hasil: Sebelum intervensi, 59,5%
responden berada pada kategori stres kerja tinggi dan 40,5% kategori sedang.
Setelah intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori rendah.
Rata-rata skor stres kerja menurun dari 93,11±5,03 menjadi 54,14±2,53 (selisih
38,97), dengan hasil uji signifikan (t=48,702; p<0,001) dan effect size
besar (Cohen's d=8,01).Simpulan: Teknik relaksasi STOP
berbasis media video efektif menurunkan stres kerja akibat peran ganda pada
guru SD yang merangkap tugas sebagai bendahara BOS di Kecamatan Sragen.