Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama utama pada tanaman
padi yang menyebabkan kerugian hasil panen. Lubang aktif adalah lubang yang
masih ditinggali dan sering dilewati oleh tikus sawah sehingga dapat menjadi
indikator tidak langsung untuk mendeteksi keberadaan dan aktivitas tikus sawah di
lapangan. Keberadaan lubang aktif tikus sawah di pematang sawah dipengaruhi
oleh fase pertumbuhan tanaman, kondisi habitat sekitar, dan kondisi fisik pematang
sawah. Pematang sawah berperan sebagai jalur pergerakan dan tempat berlindung
tikus, namun informasi mengenai keberadaan lubang aktif tikus sawah pada kondisi
pematang sawah yang berbeda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan keberadaan lubang aktif tikus sawah antara fase generatif
dan fase vegetatif tanaman padi, mengetahui keberadaan lubang aktif tikus sawah
pada pematang sawah berdasarkan jarak dari lereng jalan tol, serta mengetahui
hubungan antara lebar dan tinggi pematang sawah dengan keberadaan lubang aktif
tikus sawah pada fase generatif dan fase vegetatif tanaman padi.
Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Desember 2025 di lahan
persawahan Dusun 1, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten yang
terletak bersebelahan dengan jalur Jalan Tol Solo-Jogja. Pengamatan dilakukan
pada fase generatif, masa bera, dan fase vegetatif tanaman padi dengan mengamati
keberadaan lubang aktif dan tidak aktif tikus sawah pada pematang sawah
berdasarkan jarak dari lereng jalan tol (20 m, 40 m, 60 m, 70 m, dan 90 m), lebar
pematang (30 cm, 35 cm, 40 cm, 50 cm, dan 60 cm), serta tinggi pematang (<40
cm, 40–59 cm, 60–79 cm, 80–99 cm, dan ≥100 cm). Data dianalisis menggunakan
Uji Friedman, Uji Wilcoxon Signed-Rank, dan Uji Korelasi Spearman pada taraf
kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lubang aktif tikus sawah
lebih banyak ditemukan pada fase generatif dibandingkan fase vegetatif tanaman
padi dan cenderung lebih banyak pada pematang sawah yang lebih dekat dengan
lereng jalan tol. Sementara itu, lebar pematang sawah tidak menunjukkan hubungan
yang berarti dengan keberadaan lubang aktif tikus sawah. Lubang aktif tikus sawah
cenderung lebih banyak ditemukan pada pematang sawah yang lebih tinggi pada
fase generatif tanaman padi. Sebaliknya, pada fase vegetatif tanaman padi, tikus
sawah lebih banyak berpindah ke habitat di sekitar lahan, terutama lereng jalan tol
yang memiliki struktur lebih tinggi, bebas genangan, serta menyediakan
perlindungan dan sumber pakan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa habitat
dengan struktur yang lebih tinggi berperan penting terhadap keberadaan lubang
aktif tikus sawah di pertanaman padi.