Perkembangan komunikasi pemasaran digital mendorong restoran berbasis heritage untuk mengomunikasikan nilai sejarah dan budaya melalui media sosial. The Soga Eatery merupakan restoran di bawah naungan House of Danar Hadi yang memiliki potensi brand heritage kuat, namun komunikasi melalui Instagram masih didominasi konten promosi dibandingkan penyampaian nilai heritage. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penyajian konten Instagram, representasi brand heritage, serta pengaruh modernisasi terhadap komunikasi brand heritage The Soga Eatery.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman berdasarkan lima dimensi brand heritage menurut Urde, Greyser, dan Balmer (2007).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram The Soga Eatery telah memiliki pola konten dan identitas visual yang konsisten, tetapi komunikasi masih didominasi promosi sehingga representasi brand heritage belum dilakukan secara optimal. Modernisasi mendorong penyampaian konten yang lebih sesuai dengan karakteristik media sosial, namun menyebabkan nilai sejarah dan budaya belum menjadi fokus utama komunikasi digital.Penelitian ini menyimpulkan bahwa The Soga Eatery memiliki potensi brand heritage yang kuat, namun implementasi komunikasinya melalui Instagram belum dimanfaatkan secara optimal sebagai diferensiasi merek. Penelitian ini menghasilkan Brand Guideline Komunikasi Brand Heritage yang terdiri atas lima komponen, yaitu Heritage Assets, Content Strategy, Heritage Message, Visual and Communication Guidelines, dan Content Evaluation sebagai panduan penguatan komunikasi brand heritage melalui Instagram. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan penerapan guideline tersebut pada objek dan platform digital yang berbeda.