Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan tanaman pangan penghasil karbohidrat yang banyak digemari masyarakat, namun produksi di Indonesia masih jauh dibandingkan potensi produksinya. Tanah Alfisol merupakan tanah yang cukup luas dan potensial untuk meningkatkan produksi tanaman jagung manis, meskipun tanah ini memiliki sifat kimia yang kurang mendukung. Pemupukan berimbang menggunakan Asam Humat dan pupuk N.P.K menjadi solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian imbangan Asam Humat dan pupuk N.P.K terhadap sifat kimia tanah dan produktivitas tanaman jagung manis di tanah Alfisol serta mendapatkan dosis pupuk yang efektif. Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian UNS Jumantono, Kabupaten Karanganyar dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian UNS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: A = Kontrol, B = N.P.K Rekomendasi 625 kg/ha, C = Asam Humat 20 kg/ha, D = ½ N.P.K + 1 Asam Humat, E = ¾ N.P.K + 1 Asam Humat, F = 1 N.P.K + 1 Asam Humat, G = ¾ N.P.K + ½ Asam Humat, H = ¾ N.P.K + ¾ Asam Humat, I = ¾ N.P.K + 1½ Asam Humat. Parameter yang diamati pH, C organik, KTK, N Total, P tersedia, K tersedia, berat tongkol berkelobot, diameter tongkol berkelobot, panjang tongkol berkelobot, berat brangkasan segar, serta berat brangkasan kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjut uji DMRT, serta uji korelasi Pearson. Imbangan ¾ N.P.K + 1 Asam Humat merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan hasil jagung manis pada tanah Alfisol sekaligus mengurangi penggunaan N.P.K sebesar 25%. Perlakuan ini mampu meningkatkan sifat kimia tanah dan komponen hasil tanaman dibandingkan dosis N.P.K rekomendasi.