Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional, dengan produksi tahun 2024 mencapai 20,48 juta ton namun produktivitas pada tanah Inceptisol masih rendah akibat keterbatasan kesuburan. Tanah Inceptisol yang tersebar luas di Indonesia (70,52 juta ha atau 37,5% luas daratan) memiliki tingkat kesuburan rendah ditandai dengan pH agak masam, rendahnya kandungan hara. Kombinasi asam humat dan pupuk N, P, K berpotensi meningkatkan efektivitas pemupukan pada tanah Inceptisol melalui perbaikan sifat tanah. Penelitian ini mengkaji pengaruh pemberian asam humat, pupuk N, P, K, dan interaksinya terhadap sifat tanah, pertumbuhan, serta hasil tanaman jagung hibrida. Penelitian dilaksanakan Februari-Mei 2025 di Desa Kemiri, Kabupaten Karanganyar, menggunakan RAKL faktor tunggal dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan: A) kontrol; B) N, P, K rekomendasi; C) Asam humat D) ½ N, P, K + 1 Asam humat; E) ¾ N, P, K + 1 Asam humat; F) 1 N, P, K + 1 Asam humat; G) ¾ N, P, K + ½ Asam humat; H) ¾ N, P, K + ¾ Asam humat; I) ¾ N, P, K + 1½ Asam humat. Parameter yang diamati meliputi sifat tanah (pH, C-organik, KTK, N-total, P/K-tersedia, WHC), pertumbuhan (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun), dan hasil (berat, panjang, diameter tongkol, bobot 1000 biji); analisis data dengan ANOVA α=5%, uji DMRT, dan korelasi pearson. Kombinasi ¾ dosis N, P, K dan ¾ dosis asam humat paling efektif dalam meningkatkan sifat tanah (91,83%), pertumbuhan tanaman (48,62%), dan hasil jagung (63,97%), serta berpotensi mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 25% tanpa menurunkan produktivitas.