Kebutuhan energi listrik saat ini terus meningkat, namun pengembangan
sumber energi bersih masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan
pada bahan bakar fosil. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat
besar; namun, pemanfaatannya belum optimal karena sistem panas bumi
konvensional tergantung pada keberadaan fluida reservoir, permeabilitas batuan,
dan mekanisme reinjeksi. Salah satu teknologi yang dapat diimplementasikan
adalah sistem panas bumi loop tertutup berbasis CO₂, yang berfungsi
sebagai media pembawa panas dari bawah permukaan. Panas yang diangkut oleh CO₂
kemudian dapat dimanfaatkan oleh Organic Rankine Cycle (ORC) untuk
menghasilkan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
temperatur sumber panas CO₂ terhadap kinerja ORC dalam sistem geothermal
loop tertutup. Metode yang digunakan adalah komputasi numerik dengan Python
dan CoolProp untuk menghitung sifat termodinamika dari CO₂ dan fluida
kerja R245fa. Variasi temperatur sumber panas yang diterapkan adalah 100°C,
120°C, 140°C, 160°C, dan 180°C, sementara parameter lainnya dijaga konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur sumber panas
berdampak positif terhadap kinerja ORC. Daya turbin meningkat dari 62,459 kW
pada temperatur 100°C menjadi 369,174 kW pada temperatur 180°C. Daya bersih
juga meningkat dari 60,865 kW menjadi 347,876 kW, dan efisiensi termal
meningkat dari 9,219% menjadi 15,369%. Semua skenario memenuhi batas minimum
pinch point sebesar 5°C. Efisiensi eksergi tertinggi dicapai pada temperatur
140°C, yaitu sebesar 49,983%. Berdasarkan analisis daya bersih dan efisiensi
termal, skenario terbaik diperoleh pada temperatur sumber panas 180°C.