Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh atribut streamer meliputi Streamer Credibility, Streamer Entertainment, dan Streamer Interaction Quality terhadap Impulsive Buying Tendency pada ekosistem live streaming commerce TikTok Shop di Indonesia, dengan mengintegrasikan peran mediasi berjenjang dari Parasocial Interaction dan Customer Engagement, serta peran moderasi Perceived Time Pressure. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, data primer dikumpulkan melalui kuesioner Google Forms dari 480 responden Generasi Z (18–28 tahun) yang melakukan pembelian di TikTok Shop dalam dua bulan terakhir, lalu dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil evaluasi outer model mengonfirmasi seluruh instrumen telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas yang memadai. Hasil pengujian inner model menunjukkan bahwa SC, SE, dan SIQ berpengaruh positif signifikan terhadap Parasocial Interaction, dengan kredibilitas streamer sebagai prediktor paling dominan. Selanjutnya, Parasocial Interaction berpengaruh positif signifikan terhadap Customer Engagement, yang kemudian secara langsung memicu peningkatan Impulsive Buying Tendency. Analisis pengaruh tidak langsung membuktikan bahwa Parasocial Interaction berhasil memediasi hubungan ketiga atribut streamer menuju Customer Engagement, sementara Customer Engagement secara efektif memediasi dampak Parasocial Interaction terhadap Impulsive Buying Tendency. Terakhir, Perceived Time Pressure terbukti memoderasi hubungan antara Customer Engagement dan Impulsive Buying Tendency secara negatif (weakening effect), yang mengindikasikan bahwa manipulasi urgensi waktu yang terlalu agresif justru memicu beban kognitif audiens dan meredam efektivitas keterlibatan pelanggan dalam menghasilkan pembelian spontan.