Minyak atsiri
merupakan campuran senyawa organik yang dihasilkan dari berbagai bagian
tumbuhan seperti daun, bunga, batang, akar, dan biji. Minyak atsiri banyak digunakan sebagai aromaterapi yang
berfungsi sebagai pengharum ruangan, pelega pernafasan, pemberi rasa sejuk, dan
lain-lain. Minyak atsiri aromaterapi telah menjadi produk yang semakin populer
di berbagai kalangan masyarakat salah satunya di Kabupaten Karanganyar.
Kabupaten Karanganyar merupakan daerah yang memiliki penduduk dengan mobilitas
cukup tinggi, dimana sebagian besar waktunya dihabiskan di luar rumah sehingga
banyak masyarakat yang membutuhkan minyak atsiri aromaterapi sebagai upaya
menjaga kesehatan fisik dan mental. Setiap merek minyak atsiri aromaterapi yang
beredar di pasaran memiliki atribut produk yang berbeda, sehingga konsumen akan
dihadapkan oleh berbagai pilihan dalam mengambil keputusan pembelian yang
menyebabkan adanya beragam tipe perilaku konsumen. Penelitian ini menggunakan
metode dasar deskriptif analitis. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di
Kabupaten Karanganyar. Jumlah responden sebanyak 100 konsumen minyak atsiri
aromaterapi yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data
menggunakan analisis desain inventaris keterlibatan, analisis uji Anova satu
arah, dan model tipe perilaku konsumen. Hasil dari penelitian menunjukkan
tingkat keterlibatan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian minyak
atsiri aromaterapi di Kabupaten Karanganyar tergolong tinggi, artinya konsumen
berperan aktif dalam mencari informasi, memahami, dan menilai berbagai pilihan
produk minyak atsiri aromaterapi yang ada. Perbedaan antar merek minyak atsiri
aromaterapi menurut konsumen di Kabupaten Karanganyar adalah nyata, artinya
konsumen mempertimbangkan dan melihat adanya perbedaan yang jelas dan nyata
dari berbagai merek minyak atsiri aromaterapi. Tipe perilaku konsumen minyak
atsiri aromaterapi di Kabupaten Karanganyar adalah perilaku pembelian kompleks,
artinya konsumen memiliki keterlibatan yang tinggi dalam proses pengambilan
keputusan pembelian dan melihat adanya perbedaan yang nyata di antara merek
minyak atsiri aromaterapi, sehingga konsumen selektif mempertimbangkan merek
yang akan dibeli.