Lerak (Sapindus rarak) adalah anggota famili Sapindaceae yang umum digunakan sebagai bahan pengganti sabun dan antiseptik. Tanaman ini dapat tumbuh hingga puluhan meter dan berpotensi dalam penghijauan. Potensi pengembangan tanaman ini mendorong penelitian khususnya pada pertumbuhan awal tanaman. Pemenuhan kebutuhan hara dan zat pengatur tumbuhan penting untuk masa pertumbuhan awal. Pupuk NPK dan air kelapa sudah banyak diterapkan pada berbagai tanaman dan terbukti dapat mendorong pertumbuhan pada dosis dan konsentrasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan air kelapa terhadap pertumbuhan awal tanaman lerak. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca A, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta mulai Februari sampai Mei 2026. Penelitian ini merupakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk NPK (0, 200, 300, dan 400 kg/ha) dan faktor kedua yaitu air kelapa (0, 25, 50, dan 75%). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan antara lain analisis lingkungan, pengamatan pertumbuhan awal lerak yang terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, dan warna daun. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK dan air kelapa memberikan respon yang berbeda pada beberapa parameter pertumbuhan tanaman lerak. NPK 0 kg/ha dapat meningkatkan jumlah daun tanaman lerak pada 2 Minggu Setelah Tanam (MST) dan 10 MST. Air kelapa 0% dapat meningkatkan jumlah daun tanaman lerak pada 2 MST. Interaksi pupuk NPK 200 kg/ha dan air kelapa 50% dapat meningkatkan jumlah daun tanaman lerak pada 4 MST. Sementara itu, tinggi tanaman, jumlah cabang, dan diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan akibat pemberian pupuk NPK maupun air kelapa selama periode pengamatan.