Ratna Dwi Puspitasari. K3322084.
Pembimbing: Dr. Budi Hastuti, S.Pd., M.Si. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM
BASED LEARNING TERINTEGRASI
ETNOSAINS BERBANTUAN E-LKPD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL
BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI ASAM BASA. Skripsi. Surakarta: Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juli 2026.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran Problem based learning (PBL) terintegrasi etnosains berbantuan E-LKPD
terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi asam basa, (2) pengaruh
model pembelajaran PBL terintegrasi etnosains berbantuan E-LKPD terhadap hasil
belajar siswa pada materi asam basa, dan (3) pengaruh model pembelajaran PBL
terintegrasi etnosains berbantuan E-LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajar siswa pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan jenis eksperimen semu dan desain pretest-posttest
nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas XI
F7 sebagai kelas eksperimen sebanyak 34 siswa dan kelas XI F5 sebagai kelas
kontrol sebanyak 36 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random
sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir
kritis berupa soal uraian dan tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda.
Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain,
serta uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran
PBL terintegrasi etnosains berbantuan E-LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis
siswa. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05
sehingga H₀ ditolak. Capaian posttest kemampuan berpikir kritis kelas
eksperimen sebesar 74,29% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar
67,28%, dengan N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,54 dan kelas kontrol
sebesar 0,33; (2) terdapat pengaruh model pembelajaran PBL terintegrasi
etnosains berbantuan E-LKPD terhadap hasil belajar siswa. Hasil uji Mann-Whitney
menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak. Capaian posttest
hasil belajar kelas eksperimen sebesar 79,90% lebih tinggi dibandingkan kelas
kontrol sebesar 69,44%, dengan N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,55 dan
kelas kontrol sebesar 0,33; dan (3) terdapat pengaruh model pembelajaran PBL
terintegrasi etnosains berbantuan E-LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajar siswa secara bersama-sama. Hasil uji Kruskal-Wallis
menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak. Implikasi
penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem based learning (PBL) terintegrasi etnosains berbantuan E-LKPD
dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran kimia untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi asam basa, serta
mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dengan mengaitkan konsep kimia
dengan budaya dan kearifan lokal